PALU –
**Borneonews - Palu**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kini memfokuskan perhatian lebih terhadap koordinasi dalam upaya pencegahan serta penanganan penularan penyakit HIV/AIDS di wilayah ini. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program yang ada, serta menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurut Staf Ahli Gubernur Sulteng, Farid R. Yotolembah, rapat koordinasi yang digelar baru-baru ini memiliki tujuan merumuskan langkah-langkah strategis untuk para anggota kelompok kerja (Pokja) Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP). Rapat ini juga bertujuan untuk mengintegrasikan upaya pencegahan HIV/AIDS sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing instansi. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng menunjukkan bahwa hingga April 2024, terdapat 4.023 kasus HIV yang terkonfirmasi. Penyebaran virus ini, menurut Farid, sebagian besar disebabkan oleh perilaku seks berisiko, termasuk hubungan heteroseksual serta hubungan sesama jenis. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar dalam membentuk kesadaran akan bahaya HIV/AIDS. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya pengendalian, seperti sosialisasi dan pemeriksaan awal oleh Komisi Penanggulangan AIDS baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, Farid menilai bahwa implementasinya belum optimal. Dari 3.118 siswa yang telah mengikuti program sosialisasi mengenai HIV/AIDS, hanya 32,29 persen atau 654 siswa yang memiliki pemahaman yang memadai, jauh dari target 95 persen. "Pengetahuan masyarakat tentang informasi dasar mengenai HIV/AIDS masih sangat minim, terutama di kalangan remaja berusia 15 hingga 24 tahun," jelasnya. Oleh karena itu, kolaborasi antar beragam pihak, termasuk Pokja KPAP Sulteng dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi langkah penting dalam merancang program-program pencegahan yang lebih efektif. Farid juga menekankan pentingnya sosialisasi perlunya pencegahan HIV/AIDS melalui berbagai cara, baik secara langsung maupun melalui *media sosial*. "Ini menjadi hal yang esensial untuk terus diupayakan," tambahnya. Sebagai tindak lanjut, ia mengajak semua elemen masyarakat dan pihak terkait untuk bersatu dalam upaya mencegah dan menangani HIV/AIDS. Semangat kolaborasi ini diharapkan dapat menurunkan angka infeksi baru dan menciptakan program yang menyeluruh. "Target kami adalah mencapai kondisi *zero* infeksi, *zero* stigma, serta *zero* diskriminasi terhadap para penderita HIV/AIDS," tuturnya. Upaya bersama ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS di Sulawesi Tengah. ANTARA