JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru-baru ini telah menandatangani sebuah nota kesepahaman yang bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan investasi serta daya saing perekonomian di Republik Indonesia. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa nota kesepahaman ini dianggap sangat strategis. Hal ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara kedua lembaga dalam upaya meningkatkan investasi dan mendorong daya saing. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Perry menjelaskan bahwa nota kesepahaman ini mencakup berbagai aspek penting. Salah satunya adalah koordinasi dalam pelaksanaan kebijakan investasi yang berhubungan dengan kebijakan makroekonomi, kebijakan moneter, serta kebijakan makroprudensial. Hal ini akan dilakukan baik di tingkat nasional maupun daerah, dengan tujuan memperkuat persepsi positif mengenai ekonomi Indonesia. Selain itu, nota kesepahaman ini juga diarahkan untuk memperkuat promosi investasi di berbagai tingkat. Hal ini mencakup promosi di tingkat global, nasional, hingga daerah, sehingga dapat menarik minat investor luar negeri maupun domestik. Selanjutnya, nota ini juga berfungsi untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam hal perizinan sektor keuangan serta kebijakan investasi lainnya. Hal ini penting guna menciptakan iklim investasi yang kondusif, merangsang pertumbuhan usaha, dan meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia. Salah satu aspek penting yang diungkapkan oleh Perry adalah pemanfaatan data dan informasi. Nota kesepahaman ini juga bertujuan untuk memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Hal ini diperlukan untuk mendukung tugas, fungsi, dan wewenang kedua lembaga dalam rangka menciptakan sinergi yang lebih baik. Dengan langkah ini, diharapkan sinergi antara Bank Indonesia dan BKPM dapat mendorong pertumbuhan investasi yang signifikan di Indonesia, serta meningkatkan daya saing yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global yang terus berkembang. ANTARA