**Borneonews - Banyuwangi**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan intensitas latihan gabungan dalam bentuk simulasi evakuasi mandiri bagi warga di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Hal ini dilakukan mengingat wilayah ini memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana gempa bumi serta tsunami.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi, mengungkapkan bahwa kegiatan simulasi evakuasi ini diadakan secara terpusat di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Desa Sumberagung terpilih sebagai lokasi karena merupakan salah satu Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah dibina oleh BNPB dan dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur.
Desa Sumberagung, yang memiliki sejarah terkena dampak bencana, seperti gempa bumi dan tsunami pada tahun 1994, menjadi pilihan strategis untuk latihan evakuasi. Peristiwa tersebut menimbulkan akibat yang cukup serius, termasuk hilangnya 229 nyawa dan 23 orang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Dengan latar belakang tersebut, Prasinta menekankan pentingnya kegiatan seperti apel dan simulasi evakuasi mandiri yang mengandung unsur edukasi serta sosialisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat setempat memahami langkah-langkah yang harus diambil dalam situasi darurat yang disebabkan oleh bencana.
Selama latihan gabungan, BNPB bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengukur kesiapan personel dan peralatan yang tersedia. Ini juga bertujuan untuk menilai seberapa baik pemerintah setempat dapat merespons jika bencana, seperti gempa bumi dan tsunami, terjadi kembali di Banyuwangi. Prasinta mengingatkan bahwa sumber daya manusia, serta peralatan dan perlengkapan yang memadai, merupakan indikator utama dalam menjaga keselamatan. Mengingat saat ini, masih belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa bumi dengan akurat.
Selain itu, BNPB telah membentuk tim evakuasi yang beranggotakan warga setempat. Para anggota tim ini telah dilatih dalam manajemen kebencanaan dan memahami prosedur teknis yang diperlukan selama evakuasi berlangsung. Dalam kerjasama dengan pemerintah daerah, BNPB juga telah memasang rambu-rambu penanda serta jalur evakuasi yang tersebar di kawasan pantai dan permukiman warga di Kabupaten Banyuwangi.
Pada akhir kegiatan latihan gabungan ini, BNPB memberikan berbagai bantuan logistik dan peralatan. Bantuan yang disalurkan meliputi tenda pengungsi, tenda keluarga, kasur lipat, matras, selimut, serta peralatan penerangan dan generator. Semuanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan bencana yang dapat terjadi di masa depan.
ANTARA
Simulasi Evakuasi Mandiri BNPB di Banyuwangi Tingkatkan Kesiapan Bencana
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Komentar (0)
Memuat komentar…







