BORNEONEWS, Palangka Raya - Baru kali ini Istana Isen Mulang (IIM) Kalimantan Tengah jadi arena salat Idul Fithri. Ya, di era Gubernur Sugianto Sabran inilah sejarah diukir, Istana ‘disalati’. Belum pernah ada kegiatan salat berjamaah mengambil tempat halaman istana sekaligus rumah jabatan (rujab) gubernur tersebut.
Mulai sejak gubernur Agustin Teras Narang yang menjabat 10 tahun lalu, mungkin lebih disebabkan karena yang bersangkutan Nasrani. Atau pada lima tahun sebelumnya yang dijabat Asmawi A Gani, yang merupakan seorang muslim.
Ya, Gubernur Sugianto yang memulai membuka kesakralan sebuah bangunan istana. Ia memulai bulan pertamanya menjabat dengan suasana keterbukaan dan penuh keakraban. Agenda sosial mulai dilakukan di Istana. Bahkan tadi malam, Ruang belakang rumah jabatan digunakan untuk salat Magrib pasca sykuran Ulang Tahun Gubernur yang ke-43. Pekan sebelumnya, malah ruang UTama Rujab, dilakukan sholat Tarawih berjamaah yang dirangkai pelantikan PWNU Kalteng.
Karena itu, wajar banyak yang datang berduyun ke IIM itu untuk merasakan bagaimana indahnya sholat hari raya di istana, bahkan mencapai sepuluhan ribu orang. Ini terhitung dari 10 ribu kupon yang dibagikan panitia ludes.
“Sebelumnya saya kira belum ada seperti ini, Halaman Istana yang biasanya skral, jarang orang masuk, sekarang bisa dibuka untuk umum dan digunakan sholat lagi, Mas,” kata Adi, warga yang hadir mengikuti salat Ied, (6/7/2016) tadi pagi. (ROZIKIN/m)








