JAKARTA –
**Borneonews - Nigeria**, Dalam beberapa pekan terakhir, Nigeria mengalami musibah besar akibat banjir yang merenggut nyawa sedikitnya 170 orang. Data ini diperoleh dari pernyataan resmi Manzo Ezekiel, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nigeria, yang dilansir oleh CNN. Pada hari Senin, 26 Agustus, laporan dari surat kabar *Punch* mengungkapkan bahwa sepuluh negara bagian di bagian utara Nigeria mengalami kerusakan parah akibat banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang terus menerus. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama mengingat bahwa beberapa lumbung pangan utama turut terdampak. Hal ini dikhawatirkan akan memperburuk situasi krisis pangan yang saat ini dihadapi oleh negara tersebut. Lebih dari 200.000 orang dilaporkan terpaksa mengungsi untuk menjauhi bencana yang mengancam jiwa ini. Wilayah utara Nigeria tercatat sebagai titik paling parah yang terdampak oleh banjir, sementara beberapa area lain masih menghadapi ancaman akibat hujan lebat yang berkelanjutan. Kenaikan permukaan air di kedua sungai besar, yakni *Niger* dan *Benue*, turut menambah risiko bencana di sejumlah daerah. Ezekiel melanjutkan bahwa dalam beberapa hari ke depan, wilayah tengah Nigeria juga diperkirakan akan mengalami banjir serupa, dengan kemungkinan penyebaran dampak sampai ke bagian selatan negara. Dikatakan pula bahwa sekitar 2.000 individu mengalami luka-luka akibat insiden ini, sementara lebih dari 100.000 hektar lahan pertanian terancam hancur akibat banjir yang melanda. Bencana ini menyoroti kerentanan Nigeria terhadap perubahan iklim dan mendesak kebutuhan untuk kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menangani bencana alam yang semakin sering terjadi. ANTARA