**Borneonews - Kudus**, Sejumlah kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, secara aktif memberikan dukungan kepada pasangan Hartopo-Mawahib yang mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati daerah tersebut.
Pasangan Hartopo-Mawahib diusung oleh koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat dalam pemilihan bupati yang akan datang. Subiyanto, mantan pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kota Kudus, mengungkapkan pada hari Rabu bahwa ia serta banyak kader lain, baik dari pengurus lama, mantan pengurus, maupun pengurus baru, memberikan dukungan penuh kepada Hartopo meskipun PDIP Kudus tidak memberikan rekomendasi dukungan resmi.
Kehadiran kader-kader PDIP yang memberikan dukungan ini terlihat pada acara deklarasi di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, yang berlangsung pada hari Selasa malam. Dalam acara tersebut, hadir kader dari empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kota, Bae, Kaliwungu, dan Gebog. Menurut Subiyanto, dukungan ini dilandasi oleh rasa solidaritas sebagai sesama kader sebelumnya.
Lebih lanjut, dia menekankan, kader PDIP yang terlibat dalam struktur pengurus siap menghadapi konsekuensi atas dukungan yang berbeda dari rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Sementara itu, Hartopo mencatat bahwa dukungan yang diberikan oleh kader PDIP adalah murni inisiatif dari mereka sendiri. Pada acara deklarasi dukungan di Desa Bacin, banyak wilayah yang menginginkan untuk hadir, meskipun jumlah yang hadir dibatasi oleh koordinator hanya dari empat kecamatan serta beberapa perwakilan dari tingkat ranting.
Hartopo menegaskan bahwa ia tidak bisa menolak dukungan tersebut, dan dukungan yang terus bertambah hingga mencakup sembilan kecamatan tentunya akan diterima dengan baik di tempat tinggalnya. Dia menjelaskan, "Saya tegaskan, pihak yang mengoordinasi bukan saya, melainkan mereka sendiri. Jika mereka saja siap mendukung, masa saya tidak siap?"
Mengenai bakal pasangan calon lawannya yang mendapatkan dukungan dari banyak partai politik, Hartopo menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah masalah baginya. Dia mengingatkan bahwa pada Pilkada 2018, ia juga hanya memperoleh dukungan dari beberapa partai politik yang cukup untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat itu. Dalam Pilkada 2018, Hartopo mendapatkan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hanura, sementara dalam Pilkada 2024 ini didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, serta Partai Demokrat.
Hartopo, yang pada Pilkada 2018 berpasangan dengan Muhammad Tamzil, sebelumnya merupakan bagian dari pengurus DPC PDIP Kabupaten Kudus dan saat kampanye terdapat banyak pendukung yang mengenakan atribut serbamerah. Di sisi lain, terdapat juga dukungan untuk pasangan Hartopo-Mawahib dari partai politik non-parlemen seperti Partai Perindo, Partai Bulan Bintang, dan PSI.
Fenomena serupa juga terlihat di tubuh Partai Gerindra, di mana beberapa kadernya mendukung pasangan lain, Samani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton, yang mendapatkan dukungan dari PKB, PAN, PPP, Partai NasDem, Partai Hanura, dan PDIP.
ANTARA
Kader PDIP Dukung Pasangan Hartopo-Mawahib di Kudus
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
Komentar (0)
Memuat komentar…







