DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan bahwa indeks kinerja pariwisata Indonesia, yang dikenal sebagai *travel tourism development index* (TTDI), memiliki potensi untuk mencapai peringkat 15 besar dunia pada tahun mendatang. Saat ini, pada tahun 2023, indeks tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-22 dari 119 negara yang dinilai. Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf, Dessy Ruhati, dalam konferensi pers secara virtual menjelang Konferensi Kualitas Pariwisata Indonesia (IQTC) di Denpasar, menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah perlunya kolaborasi lintas sektoral yang lebih optimal. Ia menegaskan bahwa perbaikan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemenparekraf saja. Dessy menambahkan bahwa ada peluang besar untuk melanjutkan tren positif pertumbuhan pariwisata di Indonesia, terutama setelah dampak negatif yang dirasakan akibat pandemi COVID-19. Peringkat TTDI Indonesia pada tahun 2023, yang akan diumumkan pada tahun 2024, menunjukkan peningkatan, di mana Indonesia sebelumnya berada di peringkat ke-32 pada tahun 2021, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang diselenggarakan setiap dua tahun. Forum IQTC yang akan segera berlangsung juga akan menjadi wadah untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam upaya meningkatkan peringkat indeks pariwisata tanah air. Sementara itu, Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marves), Odo RM Manuhutu, menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang sejalan dari pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa perlu ada alokasi anggaran minimal satu persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor pariwisata serta perbaikan infrastruktur dasar. Adanya perbaikan dalam pengelolaan sampah, terutama sampah plastik, juga menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian. Odo menegaskan, jika semua sektor dapat bersinergi dalam melakukan perbaikan, pencapaian peringkat 15 besar menjadi hal yang mungkin, berbekal perkembangan positif dalam empat tahun terakhir yang menunjukkan adanya kesepahaman serta kesepakatan dalam langkah-langkah konkret. Selain fokus pada kebersihan, Kemenparekraf juga tengah merumuskan sejumlah langkah strategis lainnya untuk meningkatkan indeks pariwisata Indonesia. Beberapa fokus tersebut mencakup sektor kesehatan, aksesibilitas jaringan informasi dan komunikasi, serta peningkatan layanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. ANTARA