SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program restorasi ekosistem yang dilaksanakan di daerah tersebut. Dalam sebuah pertemuan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang difokuskan pada Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, ia menegaskan bahwa cinta terhadap lingkungan bukan sekadar ungkapan, tetapi harus direalisasikan dalam bentuk tindakan konkret. Akmal Malik berharap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dapat menciptakan kolaborasi yang efektif dan menyediakan kemudahan untuk setiap kabupaten dan kota. Dengan demikian, semua kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan hidup dapat dilaksanakan dengan sukses. Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah berupaya untuk memulihkan perekonomian nasional melalui berbagai kegiatan, seperti padat karya, serta penanaman dan rehabilitasi kawasan mangrove serta restorasi lahan gambut. Restorasi hutan difokuskan untuk mengatasi masalah krisis lingkungan, termasuk pencemaran udara, pencemaran air, dan degradasi lahan yang semakin parah. Ia juga menekankan pentingnya restorasi di bidang kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca (*greenhouse gases*) serta meningkatkan cadangan karbon di Bumi. Di Kalimantan Timur, terdapat sekitar 168 tambang ilegal yang tersebar di berbagai daerah. Jumlah tersebut meliputi 10 tambang di Berau, 111 tambang di Kutai Kartanegara, 29 tambang di Samarinda, 15 tambang di Penajam Paser Utara, dan 2 tambang di Kutai Barat. Akmal menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap lingkungan. Jika masyarakat memiliki kepedulian, pelestarian lingkungan akan lebih terjamin. Sebaliknya, jika kesadaran itu lemah, kerusakan lingkungan akan terus terjadi. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa kecintaan saja tidak cukup; aksi nyata diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Menurut Akmal, restorasi ekosistem menuntut kerjasama yang solid dari tingkat pusat hingga desa. Dalam upaya tersebut, keterlibatan sektor swasta juga menjadi keharusan untuk menjalankan konservasi secara agresif sebagai bagian dari strategi restorasi ekosistem yang lebih luas. ANTARA