KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengenakan masker dalam upaya melindungi diri dari paparan abu vulkanik yang berasal dari Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Emanuel Rofinus Bere, selaku pengamat dari Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, menekankan pentingnya penggunaan masker, pelindung mata, serta topi. Perlindungan ini diperlukan agar masyarakat tidak terpapar langsung terhadap abu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi gunung tersebut. Data yang diperoleh dari Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki menunjukkan bahwa gunung ini telah mengalami serangkaian erupsi, dengan total mencapai 19 kali kejadian dalam rentang waktu dari 24 hingga 28 Agustus 2024. Berdasarkan pengamatan, kolom abu yang terangkat akibat erupsi tersebut bervariasi, dengan ketinggian yang tercatat antara 300 meter hingga 1.000 meter di atas pusat erupsi. Kejadian erupsi ini telah mengakibatkan hujan abu tipis di beberapa wilayah sekitar. Beberapa desa yang teridentifikasi terdampak antara lain, Desa Nawokote, Desa Boru, Dusun Padang Pasir, Desa Boru Kedang, Dusun Wolorona, Desa Pululera, Desa Klatanlo, serta Desa Dulipali. Emanuel juga menjelaskan bahwa arah kolom abu yang dikeluarkan dari gunung sebagian besar bergerak ke arah barat daya, barat, dan barat laut. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat berada pada Level III atau Siaga. Dalam rangka menjaga keselamatan, Badan Geologi menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi. Rekomendasi tersebut juga berlaku untuk wilayah empat kilometer ke arah sektoral utara-timur laut serta lima kilometer pada sektor timur laut dari pusat erupsi. Pengawasan yang ketat dan kepatuhan terhadap imbauan ini sangat penting agar keselamatan dan kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan baik. ANTARA