JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pengamat komunikasi digital dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, menyatakan bahwa penggunaan materai digital saat ini telah terjamin keamanannya berkat penerapan tiga lapis pengamanan yang disediakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Langkah-langkah ini dirancang untuk melindungi integritas serta kerahasiaan data pengguna dengan lebih efektif. Firman menjelaskan bahwa meskipun sistem ini sudah terbukti aman, kewaspadaan saat membeli materai digital tetap diperlukan. Hal ini disebabkan oleh adanya potensi risiko seperti *phishing* dan *social engineering* yang dapat mengancam data pribadi. Ia memberikan contoh, meskipun sistem perbankan daring telah dilengkapi dengan enkripsi yang membuat data sulit diakses oleh pihak tidak berwenang, masih ada pihak-pihak tertentu yang membuat situs yang mirip dengan halaman resmi bank. Pengguna yang tidak cukup berhati-hati mungkin akan tanpa sadar memasukkan nomor akun dan kata sandi mereka di situs palsu. Data ini kemudian dapat dimanfaatkan oleh penipu untuk mencuri informasi pribadi yang sensitif. Oleh karena itu, Firman menekankan pentingnya kelengkapan dalam memperhatikan detail, sehingga individu tidak kehilangan informasi pribadi mereka. Firman juga mengingatkan agar pengguna benar-benar memeriksa dengan teliti tampilan dan alamat situs penyedia materai yang dipilih. Perbedaan sekecil apapun, seperti domain dan ejaan, tidak boleh diabaikan. Misalnya, situs resmi sering menggunakan akhiran seperti ".id" atau ".com" dengan ejaan yang tepat, sementara situs palsu mungkin membuat sedikit variasi dalam alamat untuk menipu pengguna. Proses enkripsi ini memang sangat penting dalam menjaga kerahasiaan data saat transmisi. Informasi yang telah dienkripsi akan diubah menjadi format yang acak, menjadikannya sulit dibaca oleh pihak ketiga. Dengan cara ini, meskipun data tersebut jatuh ke tangan yang salah, informasi yang diambil akan tetap tidak terstruktur dan tidak berguna. Dari sisi teknis, e-materai telah menyediakan tingkat keamanan yang tinggi. Namun, kewaspadaan terhadap potensi penipuan melalui rekayasa sosial harus terus ditingkatkan. Meskipun teknologi enkripsi efektif, kelalaian dan kurangnya perhatian terhadap detail dalam pemilihan situs dapat menciptakan celah bagi tindakan penipuan. Oleh karena itu, selalu sangat disarankan agar pengguna melakukan pemeriksaan cermat sebelum mengisi informasi pribadi di situs yang tidak dikenal. ANTARA