BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah siaga dalam menghadapi kemungkinan masuknya penyakit cacar monyet atau *monkeypox* ke wilayahnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terkait penyebaran penyakit tersebut. Samsudin menjelaskan pada hari Rabu bahwa upaya untuk mencegah penularan cacar monyet sangat penting, mengingat penyakit ini telah merebak di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi ini. "Sudah jelas bahwa kami akan selalu bersiaga, mengingat ini adalah isu kesehatan yang serius. Wabah ini perlu ditangani dengan segera, dan kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di tingkat provinsi maupun 15 kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan," tambahnya. Dia menekankan bahwa dengan adanya kewaspadaan dan langkah-langkah antisipasi yang tepat, diharapkan dapat mencegah adanya kasus cacar monyet di wilayah Lampung. Pada 14 Agustus lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status cacar monyet sebagai kedaruratan kesehatan global. Dalam menanggapi hal ini, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mengaktifkan kembali sistem deteksi dini penyakit menular. Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya penyakit tersebut ke dalam negeri, melalui kartu kewaspadaan kesehatan elektronik yang terintegrasi dalam aplikasi *Peduli Lindungi*. Sejak tahun 2022, Indonesia telah mencatat sebanyak 88 kasus cacar monyet, dan seluruh pasien tersebut telah sembuh. Untuk tahun 2023, tercatat 73 kasus, sedangkan pada tahun 2024 terdapat 14 kasus yang telah dilaporkan. Sebagai langkah pencegahan lebih lanjut, Kementerian Kesehatan berencana untuk mempersiapkan sebanyak 4.450 dosis vaksin, yang akan diberikan kepada 2.225 individu dengan dua dosis per orang. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir risiko penyebaran cacar monyet di masyarakat. ANTARA