JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, mengungkapkan bahwa rencana pemindahan pelabuhan untuk masuknya barang impor ke wilayah timur Indonesia masih dalam tahap kajian. Proses ini membutuhkan perhatian yang mendalam dan tidak dapat diambil keputusan secara sembarangan. Moga menekankan pentingnya penelitian yang komprehensif sebelum mengambil langkah ini. Selain itu, dalam pertimbangan pemindahan pelabuhan sebagai jalur masuk barang impor, perlu dilakukan *regulatory impact assessment* (RIA) yang mengkaji dampak serta mendukung penyusunan kebijakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hingga saat ini, Moga memastikan bahwa pengkajian terkait pemindahan tersebut masih berlangsung dan belum ada keputusan final yang diambil. Ia menegaskan, "Kami masih dalam proses kajian. Keputusan ini memerlukan analisis menyeluruh terlebih dahulu melalui *regulatory impact assessment*, sebelum kami dapat menentukan apakah pemindahan ini diperlukan atau tidak, serta hasil akhir dari kajian tersebut." Usulan pemindahan pelabuhan untuk barang impor ini diajukan oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, dengan tujuan untuk mengurangi peredaran tujuh komoditas impor yang saat ini meramaikan pasar Indonesia. Dalam penyampaian Zulkifli di Jakarta, ia menyoroti bahwa saat ini sebagian besar barang impor masuk melalui pelabuhan-pelabuhan yang terletak di Pulau Jawa. Dengan adanya usulan pemindahan pelabuhan ke luar Pulau Jawa, Zulkifli memprediksi bahwa biaya logistik akan meningkat, yang pada gilirannya akan berpengaruh pada harga jual barang impor di pasaran. Ia juga telah menyampaikan rencana pemindahan jalur impor ini kepada Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan keduanya sepakat untuk membahas lebih jauh dalam rapat terbatas. Agus Gumiwang menambahkan bahwa pemindahan jalur masuk barang impor untuk tujuh komoditas tersebut ke wilayah timur Indonesia dapat berimplikasi positif terhadap daya saing industri dalam negeri. "Hal ini akan membuat industri kita semakin kompetitif," ungkapnya saat berkunjung ke kompleks parlemen di Jakarta. Sebagai informasi tambahan, tujuh komoditas yang dimaksud mencakup tekstil, keramik, alas kaki, pakaian jadi, kosmetik, elektronika, dan produk pakaian jadi lainnya. Agus menyampaikan bahwa lokasi baru untuk jalur masuk impor ini akan diarahkan ke daerah Sorong di Papua Barat, Bitung di Sulawesi Utara, atau Kupang di Nusa Tenggara Timur. ANTARA