**Borneonews - Jakarta**, Bank Indonesia (BI) telah memperkenalkan tiga proyek investasi strategis dalam sebuah forum bisnis yang diadakan di Amerika Serikat. Dalam acara ini, total terdapat tujuh proyek investasi yang dipromosikan, dan pemilihan ketiga proyek yang terpilih didasarkan pada kurasi yang dilakukan oleh BI bersama Indonesia Investment Promotion Center *IIPC* yang berbasis di New York. Proses pemilihan ini mempertimbangkan minat para investor terhadap sektor-sektor yang ditawarkan.
Proyek-proyek yang dihadirkan terdiri dari Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi *Geothermal* yang berlokasi di Candi Umbul Telomoyo, Jawa Tengah. Proyek ini memanfaatkan panas bumi sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Selain itu, terdapat juga proyek pengolahan tembaga yang berlokasi di Jawa Timur. Proyek ini bertujuan untuk mendukung kebijakan hilirisasi industri, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah tembaga di Indonesia.
Selanjutnya, ada proyek Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Proyek ini diarahkan untuk menjadi pusat industri dan hilirisasi produk halal, dengan fokus pada pengembangan produk makanan, minuman, dan sektor lainnya di Aceh. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyampaikan lima alasan mengapa berinvestasi di Indonesia adalah langkah yang tepat. Pertama, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat dan prospek yang positif. Kedua, fundamental makroekonomi negara ini terjaga dengan baik dan stabil. Ketiga, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen yang kokoh terhadap reformasi struktural guna menciptakan iklim investasi yang kondusif. Keempat, terdapat akselerasi dalam digitalisasi ekonomi dan keuangan. Terakhir, ada pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan yang semakin ditekankan.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen BI dalam mendukung usaha bersama kementerian dan lembaga terkait untuk menarik investasi asing di sektor riil. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Investasi Republik Indonesia atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC. BI juga bekerja sama dengan US-ASEAN Business Council dalam menyelenggarakan Indonesia Business Forum di Washington DC pada 26 Agustus 2024.
Forum bisnis ini menegaskan hubungan diplomatik yang kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang telah terjalin selama 75 tahun. Terutama setelah kesepakatan untuk meningkatkan status kemitraan kedua negara menjadi *Comprehensive Strategic Partnership* (CSP), diharapkan forum ini dapat memperkuat kerja sama dalam meningkatkan investasi AS di Indonesia.
ANTARA
Proyek Investasi Strategis Indonesia Diperkenalkan di AS
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







