SURABAYA –
**Borneonews - Lumajang**, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanisnya dengan beberapa kali letusan yang terjadi pada Rabu lalu. Ketinggian letusan ini mencapai 300 meter di atas puncaknya. Erupsi pertama dicatat pada pukul 01.33 WIB, di mana terlihat kolom letusan setinggi kurang lebih 200 meter dari puncak gunung, yang berarti berada pada ketinggian 3.876 meter di atas permukaan laut. Menurut Ghufron Alwi, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, kolom abu yang dihasilkan berwarna putih hingga kelabu dengan tingkat intensitas yang cukup tebal, terutama mengarah ke barat daya dan barat. Erupsi ini juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum yang terukur mencapai 22 mm dan berlangsung selama 102 detik. Setelah itu, erupsi kedua terjadi pada pukul 02.28 WIB dengan ketinggian kolom abu teramati mencapai 300 meter di atas puncak. Kolom abu pada erupsi ini juga berwarna putih hingga kelabu dan menunjukkan intensitas yang sama, terarah ke barat daya dan barat. Terekam di seismograf, letusan ini memiliki amplitudo maksimum yang sejajar yaitu 22 mm dan berlangsung selama 107 detik. Gunung Semeru kembali mengeluarkan letusan pada pukul 03.47 WIB dengan ketinggian kolom letusan yang teramati sebesar 200 meter di atas puncak. Kali ini, kolom abu tampak berwarna kelabu dan memiliki intensitas tebal yang mengarah ke barat. Erupsi ini juga ditemukan pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan menunjukkan durasi sekitar 117 detik. Ghufron menegaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini berada pada Level II atau dalam kategori Waspada. Dalam menghadapi kondisi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi penting. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sampai dengan radius 8 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat adanya potensi terjangan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 13 kilometer dari puncaknya. Ruang aman lainnya adalah radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, yang dinilai sebagai area rawan bagi lontaran batu pijar. Masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, aliran lava, dan lahar di sepanjang sungai serta lembah yang bersumber dari puncak Gunung Semeru, terkhusus di jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. ANTARA