JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapannya untuk mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Kabinet jika diperlukan demi keikutsertaannya dalam kontestasi politik di Pilkada DKI Jakarta yang akan datang pada tahun 2024. Pramono menegaskan, "Jika harus mundur, bagi saya itu bukanlah masalah yang berat." Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pada hari Rabu. Hal ini berkaitan dengan adanya peraturan yang mengharuskan anggota TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengundurkan diri ketika berpartisipasi dalam Pilkada. Aturan ini tercantum dalam Pasal 7 Ayat (2) huruf t Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Di samping itu, Pramono juga mengungkapkan kesanggupannya untuk terjun langsung ke lapangan di luar jam kerja guna mendukung pencalonannya. Ia menambahkan, "Saya akan memanfaatkan waktu saya untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di luar jam kantor." Sebagai Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja secara profesional. Ia merasa hal ini adalah salah satu kekuatan yang senantiasa ia miliki. "Saya akan terus berkontribusi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pemerintah, terutama kepada Presiden dan Wakil Presiden," ujar Pramono. Ia juga menyatakan kepercayaan diri bahwa kinerjanya akan diapresiasi oleh rekan-rekan menterinya. Pramono Anung tiba di Kantor KPU DKI Jakarta bersama pasangannya, Rano Karno, pada sekitar pukul 11.00 WIB untuk mendaftarkan diri sebagai pasangan calon dalam Pilkada 2024. Mereka menjadi pasangan pertama yang mendaftar di KPU DKI Jakarta. Sebelumnya, anggota KPU RI Idham Holik menginformasikan bahwa Pramono Anung diharuskan mengajukan cuti setelah mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. "Saat seorang menteri kabinet didaftarkan oleh partai atau gabungan partai pengusul, maka ia harus cuti di luar tanggungan negara," kata Idham ketika dihubungi dari Jakarta pada hari Rabu. Hal ini juga berlaku saat Pramono Anung mempersiapkan diri untuk kampanye. ANTARA