SEMARANG –
**Borneonews - Batang**, Pemerintah Kabupaten Batang di Jawa Tengah meluncurkan sebuah program inovatif yang dinamakan Gerakan Cepat, atau yang lebih dikenal dengan akronim Gercep. Program ini bertujuan untuk menangani permasalahan jalan berlubang yang menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut. Nurseto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batang, menjelaskan bahwa Gercep merupakan solusi daerah yang dihadirkan untuk mengatasi tantangan kerusakan jalan, terutama pada lubang-lubang kecil yang dapat membahayakan pengguna jalan. Dengan memanfaatkan teknologi *asphalt cold*, perbaikan jalan kini dapat dilakukan dengan lebih efisien. Waktu yang dibutuhkan untuk menambal sebuah lubang yang tadinya bisa mencapai tiga jam, kini hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit saja. Teknologi yang diterapkan dalam program ini adalah *Cold Paving Hot Mix Asbuton* (CPHMA). Ini merupakan campuran beraspal panas yang mengandung asbuton, yang dapat dilengkapi dengan bahan tambahan lain seperti polimer jika diperlukan. Pencampuran ini dilakukan di pabrik secara panas, dan kemudian dikemas untuk siap digunakan di lokasi yang membutuhkan perbaikan. Proses pemeliharaan jalan di Batang kini menjadi lebih praktis. Setelah tim lapangan menemukan lubang di jalan, langkah selanjutnya adalah menutupnya menggunakan material aspal dingin, yang kemudian dipadatkan. Metode ini diharapkan dapat secara signifikan menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang sering mengalami resiko lebih tinggi saat melintasi jalan berlubang. Pihak dinas juga mencatat telah mengidentifikasi sekitar 100 lokasi jalan berlubang yang akan menjadi prioritas untuk perbaikan melalui program Gerakan Cepat. Selain itu, mereka berkomitmen untuk merespons setiap laporan kerusakan jalan yang diterima dari berbagai saluran, termasuk melalui media sosial. Mereka menargetkan untuk menindaklanjuti semua laporan kerusakan jalan dalam waktu maksimal 24 jam. Untuk mendukung program ini, pihak dinas telah menyiagakan 45 petugas yang akan bekerja menangani masalah jalan berlubang di daerah tersebut. Dengan inisiatif ini, diharapkan kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Batang dapat lebih baik dan aman bagi seluruh pengguna jalan. ANTARA