KUPANG –
**Borneonews - Labuan Bajo**, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan para petani di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, untuk memaksimalkan penggunaan air dalam kegiatan irigasi tanaman mereka, terutama pada musim kemarau tahun 2024. Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Christin Seran, menekankan pentingnya pemanfaatan sistem pengairan yang efisien. Ia juga menyarankan petani untuk mempertimbangkan penyimpanan cadangan air saat hujan terjadi di musim kemarau. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelangsungan pertanian di tengah tantangan cuaca yang dihadapi. Selama bulan Agustus, Nusa Tenggara Timur, khususnya Manggarai Barat, mengalami puncak musim kemarau. Pada periode ini, wilayah tersebut sering kali diwarnai oleh angin dari arah Timur-Tenggara yang dapat berkisar antara 20 hingga 30 km/jam, dengan kecepatan maksimum mencapai 45 km/jam atau lebih. Kondisi ini membuat perhatian terhadap penggunaan air menjadi semakin penting bagi para petani. Selain pengelolaan air, BMKG juga menghimbau para petani untuk tetap melakukan pemantauan yang rutin dan mengambil langkah-langkah pengendalian yang tepat terhadap potensi hama dan penyakit tanaman, yang kerap muncul selama musim kemarau. Berdasarkan penjelasan Maria, memilih varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan menjadi salah satu strategi yang dapat diterapkan. Maria menekankan perlunya kewaspadaan terhadap kemungkinan kebakaran lahan yang dapat terjadi selama musim kemarau. Ia mengingatkan agar petani dan masyarakat di Manggarai Barat menjaga kebersihan area pertanian dan menghindari praktik membakar sisa-sisa tanaman. Lebih lanjut, Maria mendorong agar petani selalu memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG. Hal ini bertujuan untuk memungkinkan mereka merespons perubahan kondisi cuaca dengan cepat dan tepat, mengurangi risiko bagi hasil pertanian mereka. Melalui imbauan ini, BMKG berharap para petani di Kabupaten Manggarai Barat dapat mengelola usaha pertanian mereka dengan lebih baik di tengah kekeringan yang dihadapi. "Tetap waspada, jaga kesehatan, dan prioritaskan keselamatan," tutup Maria. ANTARA