**Borneonews - Rangkasbitung**, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, yang terletak di Provinsi Banten, mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (*PHBS*) guna mencegah penyebaran virus cacar monyet atau yang dikenal dengan sebutan *Mpox*. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari perilaku seks yang berisiko.
Meskipun hingga saat ini belum ada kasus virus *Mpox* yang terdeteksi di Lebak, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lebak, dr. Firman Rahmatullah, menekankan pentingnya membudayakan *PHBS* sebagai langkah pencegahan. Ia menyampaikan pernyataan ini di Rangkasbitung, Lebak.
Penularan penyakit ini terjadi melalui virus yang berpindah dari hewan ke manusia. Di samping itu, virus tersebut juga dapat menular antar manusia yang dapat menimbulkan gejala dengan variasi tingkat keparahan, mulai dari ringan hingga berat.
Untuk itu, warga diharapkan untuk menjalani pola hidup yang sehat, seperti mengonsumsi daging yang telah dimasak dengan sempurna dan menghindari kontak langsung dengan hewan seperti rodensia, marsupial, dan primata. Selain itu, jika merasakan gejala seperti demam dan ruam yang mirip dengan tanda-tanda *Mpox*, masyarakat disarankan untuk segera memeriksakan diri dan menyampaikan informasi dengan jujur.
Lebih lanjut, dr. Firman mengingatkan bahwa perilaku seks dengan banyak pasangan atau pasangan yang memiliki gejala *Mpox*, seperti ruam bernanah, sebaiknya dihindari. Walaupun di area tersebut belum ada laporan resmi mengenai kasus *Mpox*, kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus ini tetap perlu dijaga.
Dinas Kesehatan Lebak juga tengah meningkatkan kegiatan surveilans di 44 Puskesmas serta rumah sakit untuk mendeteksi kemungkinan adanya kasus yang mengarah ke infeksi *Mpox*. Semua kasus yang teridentifikasi akan dilaporkan sesuai dengan protokol yang berlaku.
Sebagian besar kasus virus *Mpox* diketahui menyerang pria, terutama di kelompok usia produktif, dan mereka yang juga terinfeksi dengan *ODHIV* (Orang Dengan HIV/AIDS) serta beberapa yang terdiagnosis menderita sifilis. dr. Firman mengajak masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap membiasakan diri pada *PHBS* sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Gejala yang umum muncul pada infeksi *Mpox* antara lain demam yang melebihi 38 derajat Celsius, dan ruam yang muncul setelah satu hingga tiga hari. Ruam ini dapat berupa macula, papula, vesikel, pustula, dengan bentuk yang serupa di setiap fase pada seluruh bagian tubuh. Pada umumnya, perkembangan ruam berlangsung lambat, memerlukan waktu 3-4 minggu, dan dimulai dari area kepala, dengan konsentrasi yang lebih tinggi di wajah serta anggota tubuh lainnya, termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
Ciri khas yang harus diwaspadai adalah adanya *limfadenopati*, yaitu pembesaran kelenjar getah bening. Dalam kasus yang parah, tingkat kematian dapat mencapai antara tiga hingga enam persen.
ANTARA
Lebak Ajukan Pola Hidup Sehat untuk Cegah Virus Mpox
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







