AMBON –
**Borneonews - Ternate**, Tim SAR Gabungan telah mengambil keputusan untuk menghentikan sementara pencarian terhadap satu korban banjir bandang yang terkubur di bawah tumpukan lumpur di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya banjir susulan yang berisiko bagi keselamatan semua personel yang terlibat dalam operasi pencarian. Kapolres Ternate, AKBP Nicko Irawan, menyatakan bahwa penangguhan pencarian korban adalah demi menjaga keselamatan tim. Dalam penjelasannya, Kapolres menekankan bahwa cuaca buruk akibat hujan deras di puncak Gunung Gamalama menjadi faktor utama penyebab banjir bandang yang melanda daerah tersebut. Sementara itu, Kapolres juga mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah anggota TNI dan Polri yang telah dikerahkan untuk memantau area sekitar puncak Gunung Gamalama sebagai lokasi yang berpotensi terjadi banjir. "Laporan diterima dari anggota yang berada di puncak gunung, mereka menginformasikan terjadinya curah hujan tinggi di sana," ungkapnya. Sebagai tindakan pencegahan, semua peralatan berat yang berada di lokasi terpaksa dievakuasi untuk menghindari kerusakan lebih lanjut akibat meluapnya air yang membawa lumpur. Sebelumnya, bencana banjir bandang pada hari Minggu, 25 Agustus, mengakibatkan 18 orang kehilangan nyawa, sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang. Selain merenggut banyak nyawa, bencana alam ini juga menyebabkan kerusakan signifikan terhadap infrastruktur, termasuk 25 unit rumah warga dan sebuah mushola. Sebagai tanggapan atas bencana ini, Pemerintah Kota Ternate mengungsikan 187 jiwa dari 54 kepala keluarga ke lokasi yang lebih aman, yaitu di SMK Negeri 4 Kota Ternate. Tim SAR Gabungan saat ini terus berupaya melakukan pencarian korban dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca yang terus berubah. ANTARA