**Borneonews - Banjarmasin**, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah berhasil melakukan sertifikasi kesehatan untuk sebanyak 1,7 juta ekor kepiting bakau yang siap diekspor pada semester pertama tahun 2024. Dengan aktivitas ini, total nilai ekspor mencapai Rp40 miliar.
Hingga pertengahan tahun ini, tercatat ada 167 kali kegiatan ekspor kepiting bakau. Sertifikasi terakhir yang dilakukan mencakup 4.184 ekor kepiting bakau hidup yang dikirim melalui Bandara Syamsudin Noor ke Tiongkok. Kepala Karantina Kalsel, Sudirman, mengungkapkan informasi ini di Banjarmasin.
Sudirman menjelaskan, negara tujuan utama untuk ekspor kepiting bakau dari Kalimantan Selatan adalah Tiongkok, Malaysia, dan Singapura. Setiap kali pengiriman, komoditas ikan termasuk kepiting wajib dilaporkan dan harus memenuhi persyaratan karantina yang telah ditetapkan. Di antara syarat yang harus dipatuhi adalah kepiting bakau harus terbukti negatif dari *white spot syndrome virus* (WSSV).
Selanjutnya, kepiting yang akan diekspor juga harus memenuhi kriteria tertentu, baik dari segi ukuran karapas maupun berat. Bahkan, jenis dan jumlah kepiting harus sesuai dengan dokumen yang telah dipersiapkan.
Sudirman menekankan bahwa seluruh proses sertifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas yang diekspor dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Yang tidak kalah pentingnya adalah agar komoditas tersebut dapat diterima dengan baik di negara tujuan.
Menurut Sudirman, menjaga kualitas dan kesehatan dari komoditas ekspor bukan hanya memenuhi syarat, tetapi juga sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan pihak negara tujuan. Ini berpotensi meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional dan menjamin keberlangsungan ekspor di masa mendatang.
Dia menambahkan, proses sertifikasi ini sejalan dengan arahan dari Kepala Badan Karantina Indonesia. Upaya ini melibatkan sinergi antara berbagai pihak, termasuk Bea Cukai, pengelola bandara, kargo atau ekspedisi, serta pemerintah daerah, untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
ANTARA
Sertifikasi 1,7 Juta Kepiting Bakau, Dorong Ekspor Kalsel ke Tiongkok
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







