SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Darwan Ali melaksanakan sosialisasi dan pelatihan diversifikasi produk olahan kelapa berbasis konsep Zero Waste di Desa Regei Lestari, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Program ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemanfaatan limbah kelapa yang selama ini tidak dimanfaatkan dengan optimal," kata Ketua tim pengabdian, Lili Winarti, Rabu, 28 Agustus 2024.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak bulan Juli 2024 dan diikuti oleh anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Harapan Jaya yang merupakan isteri dari petani kelapa di Desa Regei Lestari.

Pelaksanaan program ini merupakan bagian dari bantuan hibah yang diberikan oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memberikan pelatihan intensif mengenai pengolahan limbah kelapa menjadi produk bernilai tambah, seperti komposter, nata de coco, dan kerajinan kokedama. Selain pelatihan teknis, peserta juga dibekali dengan pengetahuan manajemen usaha dan keuangan berbasis digital untuk mendukung kelangsungan usaha mereka.

"Melalui konsep Zero Waste, kami berharap anggota KUB dapat mengolah semua bagian kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan," imbuhnya.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan manajerial, tetapi juga berupaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.

Pengolahan limbah kelapa dengan konsep Zero Waste diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat setempat.

"Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya berbicara tentang profit, tetapi juga tentang keberlanjutan dan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Ke depan, tim pengabdian berencana akan terus memperluas program ini ke desa-desa lain di Kotim sebagai bagian dari komitmen Universitas Darwan Ali untuk mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Pelatihan ini mendapat sambutan dari masyarakat, terutama para isteri petani kelapa yang tergabung dalam KUB Harapan Jaya. Mereka sangat terbantu dengan pelatihan ini karena dapat memahami pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk yang bernilai serta tata cara mengelola usaha dengan baik.

--page

Sementara itu Kepala Desa Regei Lestari, Saprudin mengapresiasi kegiatan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat ini. Dengan adanya pendampingan dari Universitas Darwan Ali, dirinya optimis bahwa KUB Harapan Jaya dapat berkembang menjadi unit usaha yang mandiri dan mampu memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi desa.

"Kami berharap program ini dapat membuka peluang kerja baru di Desa Regei Lestari, terutama bagi kaum perempuan yang ingin berperan lebih aktif dalam perekonomian keluarga," ujar Saprudin.

Berbekal pengetahuan dan keterampilan baru yang anggota KUB diharapkan dapat menjadi pelopor dalam pengembangan produk berbasis kelapa yang ramah lingkungan. (DEWI PATMALASARI/R)