JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengungkapkan bahwa negara yang dipimpinnya saat ini tidak memiliki dana yang cukup untuk memproduksi senjata secara mandiri. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Selasa kemarin, ia juga menekankan mengenai perlunya percepatan aliran bantuan dari negara-negara Barat yang dinilai berjalan lamban. Zelenskyy menjelaskan bahwa Ukraina telah mulai melaksanakan program produksi dalam negeri untuk beberapa jenis persenjataan. "Kami mulai mengembangkan produk-produk seperti *drone*, artileri, serta sistem dan amunisi seperti rudal. Namun, program ini memerlukan investasi yang signifikan. Saat ini, kami tidak memiliki dana dalam anggaran untuk mendukung inisiatif tersebut," kata Presiden Ukraina itu. Lebih lanjut, pemimpin Ukraina ini menyatakan harapannya untuk meningkatkan suplai bantuan militer dari negara-negara Barat dan mempercepat proses pengiriman bantuan tersebut ke Ukraina. Ia mencontohkan lambatnya proses pemungutan suara di Kongres Amerika Serikat mengenai perjanjian pengiriman persenjataan. "Mereka memiliki cukup anggaran untuk mengirimkan paket-paket persenjataan, tetapi proses tersebut memang berjalan lambat," tuturnya. Sejak dimulainya operasi militer Rusia pada tahun 2022, negara-negara Barat telah meningkatkan bantuan militer dan keuangan untuk mendukung Ukraina. Namun, di sisi lain, Kremlin memberikan peringatan kepada negara-negara Barat agar tidak melanjutkan pengiriman senjata kepada Kiev, dengan alasan hal tersebut dapat memperburuk eskalasi konflik yang ada. ANTARA