**Borneonews - Denpasar, Bali**, Indonesia menunjukkan potensi untuk meningkatkan peringkatnya dalam *Travel & Tourism Development Index* (TTDI) dengan harapan bisa masuk dalam 15 besar dunia setelah menempati peringkat ke-22 pada tahun 2023. Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat dari kementerian terkait.
Dessy Ruhati, yang menjabat sebagai Deputi Kebijakan Strategis di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyampaikan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah meningkatkan kolaborasi antar sektor. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah konferensi pers virtual yang berlangsung di Denpasar, Bali.
Ruhati menjelaskan bahwa ini merupakan peluang untuk melanjutkan tren positif pertumbuhan pariwisata Indonesia, yang sempat terhambat akibat pandemi COVID-19. Menurut laporan terakhir, peringkat Indonesia dalam TTDI di antara 119 negara adalah posisi ke-22, yang mengalami peningkatan 10 urutan dari peringkat tahun 2021. Penilaian ini dilakukan oleh *World Economic Forum* (WEF) dan diumumkan setiap dua tahun sekali.
Dia juga menambahkan bahwa konferensi Pariwisata Berkualitas Indonesia (IQTC) yang akan diadakan di Bali pada tanggal 29-30 Agustus mendatang, berfokus pada upaya untuk lebih meningkatkan peringkat pariwisata Indonesia di indeks tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Odo R. M. Manuhutu, Deputi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah yang selaras dengan kualitas pariwisata untuk mendongkrak indeks tersebut. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah diharapkan dapat mengalokasikan setidaknya 1 persen dari anggaran mereka untuk sektor pariwisata serta untuk meningkatkan infrastruktur dasar.
Selanjutnya, Manuhutu juga menyoroti perlunya melakukan perbaikan di berbagai bidang, khususnya dalam penanganan dan pengelolaan sampah, termasuk sampah plastik. Ia menyatakan, "Jika semua sektor fokus pada perbaikan ini, kami optimis bisa mencapai peringkat 15 besar melalui pemahaman bersama dan tindakan terkoordinasi."
Selain pengelolaan sampah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga merencanakan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan indeks pariwisata Indonesia, termasuk peningkatan layanan kesehatan, perluasan jaringan informasi dan komunikasi, serta perbaikan layanan kepada para wisatawan.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







