BORNEONEWS, Sukamara – Hari terakhir pelaksanaan Betawakan tradisi unik masyarakat Kabupaten Sukamara dalam memeriahkan hari lebaran jauh berbeda daripada tahun sebelumnya. Tradisi yang berlangsung di sepanjang Sungai Jelai ini lebih meriah dan berwarna. Kelotok ukuran besar dan kecil dihiasi bendera warna warni.
Erna, seorang penonton mengatakan, acara Betawakan kali ini jauh berbeda dari acara Betawakan sebelumnya. Bahkan ini kali pertamanya masyarakat Sukamara melakukan Betawakan dengan menggunakan kelotok yang dihias.
“Jika kapalnya dihias seperti ini, acara Betawakan ini terlihat lebih menarik dan hidup” kata Erna, Jumat (08/06/2016).
Ia berharap kapal hias seperti ini dapat kembali hadri pada tahun berikutnya, karena acara ini akan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat Kabupaten Sukamara.
“Ini sangat unik dan seru, sehingga patut dilakukan lagi pada tahun yang akan datang,” ujarnya.
Sebelumnya, Amir, warga Sukamara yang juga ikut dalam tradisi unik ini mengatakan, Betawakan memang merupakan agenda rutin masyarakat Sukamara sebagai ungkapan rasa senang saat menyambut hari besar Islam.
“Betawakan ini tidak hanya dilakukan warga Sukamara saja, tetapi warga dari Desa Sukaramai Kalimantan Barat juga ikut memeriahkan karena lokasi wilayah yang bersebelahan,” ujar Amir.
Selain orang dewasa, tradisi ini juga dimerihkan oleh anak-anak dan remaja. Mereka saling berkelompok untuk menyerang kelompok lain dengan melempar air yang sudah dibungkus plastik kecil. Menariknya lagi, air yang dilempar bukan saja air putih atau air sungai biasa, tetapi air berwarna-warni yang sudah diberi bahan pewarna.
“Kita sudah menyiapkan air yang dibungkus dengan plastik dari rumah, sehingga saat turun ke sungai kita hanya akan melemparkannya ke musuh saja, dan bagi yang terkena tidak boleh emosi ” ujarnya. (MG-13/m)








