**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Kesehatan Republic Indonesia menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan alat kesehatan. Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, menyatakan bahwa pemahaman dan pendidikan terkait alat kesehatan harus dikuatkan, sejalan dengan upaya penyediaan perbekalan dan perangkat medis yang memadai.
Dalam sebuah siaran pers, Lucia mengungkapkan bahwa alat kesehatan modern yang berbasis *electromedicine* dan *radioactive*, seperti PET scan, MRI, dan *robotic surgery*, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Namun, dia juga mengingatkan bahwa risiko yang muncul baik untuk pasien, tenaga medis, maupun lingkungan harus terus diwaspadai.
Lucia menekankan bahwa alat kesehatan memainkan peran kunci dalam mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, sebagaimana ditargetkan dalam program transformasi sektor kesehatan. Pemahaman mengenai hal tersebut sangat diperlukan agar seluruh pihak terkait bisa berperan aktif dalam menjaga keselamatan dan kualitas layanan kesehatan.
Dia menjelaskan bahwa bahaya yang berpotensi timbul dari alat kesehatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya mencakup penggunaan alat yang tidak sesuai prosedur, kurangnya perawatan yang memadai, atau penggunaan perangkat dengan standar kualitas yang rendah. Sebagai contoh, penggunaan *infusion pump* yang tidak tepat dapat mengakibatkan dosis obat yang diberikan juga tidak sesuai, berpotensi menimbulkan risiko bagi operator dan lingkungan, serta meningkatkan kemungkinan kecelakaan seperti kebakaran akibat paparan radiasi.
Untuk memastikan kualitas dan keamanan alat kesehatan, kementerian telah melakukan berbagai langkah. Ini mencakup pemberian izin edar, pengawasan produk setelah beredar atau *post-market*, serta penjaminan mutu baik dalam produksi maupun di fasilitas pelayanan kesehatan. Proses ini merupakan siklus berkelanjutan yang melibatkan kontribusi dari semua pemangku kepentingan terlibat.
Lebih lanjut, Lucia menyatakan bahwa sosialisasi mengenai bahaya yang berkaitan dengan alat kesehatan adalah kegiatan yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, penyelenggara layanan kesehatan dan penjaminan mutu alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dapat memperoleh informasi dan pemahaman terbaru secara berkala. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
ANTARA
Meningkatkan Kewaspadaan Terhadap Bahaya Alat Kesehatan Modern
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







