JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa penerapan teknologi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh yang dikenal sebagai *Multi Lane Free Flow* (MLFF) akan dilakukan secara bertahap. Proses ini diharapkan mampu memberikan kemudahan dan meningkatkan efisiensi dalam sistem jalan tol di Indonesia. Basuki menegaskan bahwa peralihan dari *Single Lane Free Flow* (SLFF) menuju MLFF perlu diperhatikan dengan seksama, mengingat budaya masyarakat yang sebelumnya biasa menggunakan pembayaran tunai. Ia memberikan contoh bahwa transisi dari pembayaran tunai ke penggunaan kartu elektronik saja memerlukan waktu adaptasi yang tidak singkat. Oleh karena itu, penerapan nirsentuh tidak bisa dilakukan secara mendadak, melainkan harus dilakukan secara bertahap dengan penambahan fasilitas penghalang (*barrier*), untuk memastikan bahwa pengguna jalan dapat beradaptasi dengan sistem baru ini. Sebagai langkah awal, penerapan SLFF dengan *barrier* akan dimulai pada tahun ini, melalui Jalan Tol Bali-Mandara sebagai lokasi pertama. "Kita akan memulai dari Bali terlebih dahulu," ucap Basuki, merujuk pada tahap awal dari proyek ini. Dalam konteks yang lebih luas, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Triono Junoasmono, menyampaikan bahwa pihaknya akan bernegosiasi dengan otoritas Hungaria terkait pengembangan sistem MLFF tersebut. "Kami sepakat untuk melakukan negosiasi mengenai perubahan sistem dari MLFF menjadi SLFF secepatnya. Harapan kami, negosiasi ini dapat segera berlangsung sehingga kita dapat melakukan perubahan kontrak dan melaksanakan metode transisi yang tepat," jelas Triono. Sebagai tambahan informasi, sistem SLFF adalah sebuah metode pembayaran yang memungkinkan transaksi berlangsung tanpa henti di setiap lajur. Ini merupakan langkah awal menuju penerapan penuh dari *Multi Lane Free Flow* (MLFF) yang nantinya akan diterapkan di seluruh jalan tol. Penerapan sistem MLFF memanfaatkan teknologi *Global Navigation Satellite System* (GNSS) serta melakukan transaksi melalui aplikasi Cantas yang terintegrasi dengan data *Electronic Registration and Identification* (ERI) dari Korlantas Polri. Tujuan utama dari penerapan sistem transaksi nirsentuh ini adalah untuk meningkatkan layanan pengguna jalan tol. Dengan adanya sistem MLFF, diharapkan dapat mengurangi *delay* atau keterlambatan saat berkendara di jalan tol, menurunkan waktu tempuh, dan meningkatkan daya saing jaringan jalan secara keseluruhan. Selain itu, sistem ini juga akan memungkinkan penerapan konsep *fair pricing*, yaitu pengenaan tarif yang adil berdasarkan penggunaan jalan oleh pengguna. Penerapan MLFF ini menuntut kedisiplinan dalam hal penggunaan sistem, termasuk pemanfaatan teknologi dengan bantuan *Global Positioning Satellite* (GPS). Pengguna jalan diwajibkan untuk mengunduh software khusus, mendaftar, dan melakukan deposit sebelum dapat menggunakan sistem ini secara efektif. ANTARA