PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Staf Ahli Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Sucipto menekankan pentingnya Kantor Wilayah Kemenkumham Kalimantan Tengah untuk terus memperkuat Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia (*P2HAM*). Dalam penyampaian tersebut, ia menggarisbawahi bahwa seluruh pegawai Kemenkumham diharapkan untuk memberikan layanan yang efisien, ekonomis, serta tidak bertele-tele. Sucipto menekankan bahwa pelayanan harus dilaksanakan dengan berpegang pada prinsip keadilan, tanpa adanya keberpihakan atau diskriminasi. Dalam pernyataannya, ia merujuk pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 2 Tahun 2022 yang mengamanatkan bahwa setiap satuan kerja di bawah Kemenkumham yang telah melakukan pencanangan diwajibkan untuk menerapkan pembangunan *P2HAM*. Lebih lanjut, Sucipto mengharapkan jajaran Kemenkumham agar senantiasa berusaha dengan baik untuk menerapkan prinsip-prinsip *human rights* dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Ia juga mengingatkan Kakanwil Kemenkumham Kalteng yang baru, Maju Amintas Siburian, untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Dalam kesempatan yang sama, Maju Amintas menegaskan komitmennya untuk melaksanakan arahan dari Staf Ahli Menkumham tersebut. Ia bertekad untuk mewujudkan pelayanan yang berorientasi pada *human rights*, serta memperkuat sinergi dengan beragam mitra. Maju Amintas menyatakan, "Kami bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kanwil Kemenkumham Kalteng akan terus membangun sinergi, keterbukaan, transparansi, dan komunikasi yang baik, termasuk menjalin kerjasama dengan media massa." Ia juga mengapresiasi anggota pegawai Kemenkumham Kalteng yang tak henti-hentinya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan memegang teguh prinsip-prinsip HAM. "Kanwil Kemenkumham Kalteng beserta jajaran UPT telah berusaha dengan optimal untuk menerapkan prinsip-prinsip HAM dalam pelayanan publik, salah satunya yang terwujud dalam *Wilayah Bebas dari Korupsi* (*WBK*) dan *Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani* (*WBBM*)," ungkapnya. ANTARA