BORNEONEWS, Palangka Raya- GUBERNUR Kalteng Sugianto Sabran mengajak
aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya termasuk masyarakat, agar
mewaspadai ancaman kelompok luar yang mencoba mengganggu ketenangan
Kalteng. Sugianto ingin mengingatkan supaya bahu-membahu menjaga
Kalteng dengan baik agar jangan diobok-obok pihak yang suka menebar
teror di Indonesia ini.

Sikap Sugianto ini sekaligus menyikapi sejumlah teror yang menyerang
justru saat bulan suci Ramadan bahkan menghadapi lebaran 2016 antara
lain bom di salah satu kota suci umat Islam yaitu Madinah, Bom di Kota
Jeddah pintu masuk Arab Saudi, dan terakhir di Indonesia yaitu di
Mapolresta Surakarta, Solo. Ia  juga menuturkan, pihaknya mengutuk
keras kejadian tersebut.

“Kita kutuk kejadian teror itu. Dan Saya turut prihatin kejadian bom
di Mapolresta Solo. Kita sudah ditekankan agar di Bumi Tambun Bungai
agar tidak ada kejadian tersebut. Aparat Polda, TNI, harus mewaspadai
kejadian mengarah ke sana,” ungkap Sugianto.

“Ini perlu kita tekankan supaya daerah kita jangan sampai diobok-obok
atas nama agama. Tidak ada satu agama apapun membenarkan aksi teror,
apalagi Islam, tidak membenarkan sama sekali bom bunuh diri seperti
itu. Itu teror  mengatasnamakan agama Islam,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Kapolda Kalteng Brigjen Fakhrizal mengatakan pihaknya
sudah melakukan antisipasi pasca terjadinya teror bom bunuh diri di
Mapolres Surakarta. Menurut Fakhrizal ia sudah mengerahkan tim khusus
ke sejumlah titik. Hasil deteksi intelijen, belum ditemukan agenda
mengarah upaya tersebut di wilayah Kalteng.

“Kita sudah sebar personil di sejumlah titik di seluruh wilayah
Kalteng. Tidak ditemukan indikas mengarah kesana. Maka dari itu, saya pastikan Kalteng saat ini aman,” kata jenderal bintang satu ini. (RZ/*)