**Borneonews - Balikpapan**, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan meluncurkan program yang bertajuk Warga Siaga Sehat (Wasiat) sebagai upaya untuk mengatasi masalah kemiskinan dan stunting. Program ini difokuskan pada peningkatan kondisi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dodi Yapsenang, selaku Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, menjelaskan bahwa inisiatif *Corporate Social Responsibility* (CSR) ini didasarkan pada hasil pemetaan sosial yang dilakukan oleh perusahaan. Pemetaan tersebut mengungkapkan masih adanya kasus bayi dan balita yang mengalami kurang gizi hingga stunting.
Dodi menambahkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat masih sangat rendah. Hal ini juga diperparah dengan kondisi perekonomian yang dialami oleh kelompok masyarakat yang rentan, yang tinggal di daerah padat penduduk dan kurang terawat.
Program Wasiat dilaksanakan di beberapa lokasi strategis. Salah satu diantaranya adalah Wasiat Dewi Shinta yang berlokasi di Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain itu, terdapat juga Wasiat Sejahtera 51 di Kelurahan Baru Ilir dan Wasiat Ria Manuntung 13 yang berada di Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan.
Kegiatan dalam program ini tidak hanya ditujukan untuk bayi, balita, dan lansia, namun juga mencakup remaja. Dalam rangka mengatasi stunting di Kelurahan Baru Ilir, kelompok Wasiat Sejahtera telah menyelenggarakan sekolah balita serta bakti sosial.
Dodi berharap agar program ini dapat terintegrasi dengan program lain yang sejalan, termasuk sekolah bayi yang saat ini dijalankan oleh Posyandu RT 51, yang merupakan mitra dari PT KPI Unit Balikpapan.
Untuk program Wasiat Sejahtera, KPI Unit Balikpapan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ini termasuk pelatihan budidaya sayuran dan ikan melalui sistem *akuaponik*, penanaman di lorong hijau, serta pelatihan terkait diversifikasi produk olahan.
Pendampingan bagi kelompok juga dilakukan melalui pelatihan manajemen keuangan dan administrasi. Perusahaan menyediakan modal usaha dalam bentuk pembangunan infrastruktur, seperti tampungan air hujan, tempat penyemaian, dan pengadaan alat produksi untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kelompok Wasiat Sejahtera, yang terdiri dari sepuluh keluarga miskin, berhasil meningkatkan pendapatan mereka sebesar Rp450 ribu per orang setiap bulannya. Peningkatan pendapatan ini membantu mereka untuk memperoleh air bersih. Sumber pendapatan lainnya berasal dari hasil panen sayuran di lorong hijau dan budidaya ikan lele dan nila, serta penjualan produk olahan UMKM.
Dodi juga menjelaskan bahwa kelompok Wasiat Sejahtera terbuka untuk berbagi pengetahuan dengan masyarakat sekitar maupun kelompok lain. Mereka telah memberikan pelatihan mengenai pengolahan jamu sehat dan stik bayam keju kepada anggota kelompok UMKM Srikandi yang ada di Kota Balikpapan.
Keberhasilan produk UMKM Wasiat dalam pemasaran tergolong signifikan. Hasil pertanian dan produk olahan mereka dipasarkan di lingkungan warga, warung di sekitar, serta di pasar. Karyawan PT KPI juga sering membeli hasil panen ikan lele dan produk olahan mereka untuk acara di perusahaan.
PT KPI juga memberikan dukungan melalui media sosial perusahaan yang dapat dimanfaatkan sebagai platform pemasaran untuk produk olahan tersebut, yang semakin memperluas jangkauan pasar mereka.
ANTARA
Kilang Pertamina Balikpapan Tingkatkan Kesejahteraan Melalui Program Wasiat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Jangan Nekat Buang Sampah Sembarangan! Kelurahan MB Hilir Siap Tindak Pelanggar
RI-Rusia Jajaki Transfer Teknologi Tingkatkan Pengawasan Obat-makanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







