BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang**, Kendaraan hias yang berbentuk *kotak suara demokrasi* yang dipersembahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang turut meramaikan Pawai Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pawai ini diadakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia pada hari Rabu. Harapan besar disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Yani, yang menyatakan bahwa partisipasi KPU dalam event ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar berpartisipasi lebih aktif dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan datang. "Kita berharap keikutsertaan KPU ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menyukseskan pilkada tahun ini," ujar Ahmad Yani di Pangkalpinang. Dalam pawai yang meriah ini, tercatat sebanyak 96 peserta terlibat, yang menampilkan beragam kreativitas. Salah satu sorotan utama adalah kendaraan hias yang dibawa oleh KPU Kepulauan Bangka Belitung dan KPU Kota Pangkalpinang. Kendaraan tersebut menampilkan *kotak suara demokrasi* sebagai simbol pelaksanaan Pilkada 2024. Ahmad Yani juga menambahkan bahwa mobil hias yang dipamerkan oleh KPU tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga berfungsi sebagai media untuk sosialisasi mengenai pemilihan umum yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 27 November tahun ini. Dia merasa bersyukur melihat kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan oleh para peserta pawai kendaraan hias semakin meluas, sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk menikmati acara tersebut. Lebih lanjut, Ahmad Yani mengungkapkan, "Kreativitas dan semangat peserta pawai terutama dari kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin baik dan diharapkan kedepannya mereka semakin berinovasi dalam mempromosikan produk mereka, baik melalui pawai, pameran, dan berbagai kegiatan lainnya." Pawai pembangunan kali ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkreasi dan berinovasi. Ahmad Yani menekankan pentingnya kesenangan masyarakat dalam menyaksikan berbagai kendaraan hias yang dihadirkan peserta. Namun, meski demikian, dia menegaskan perlunya mematuhi norma-norma agama dan kesopanan, serta menghindari isu-isu sensitif seperti SARA yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu kedamaian masyarakat menjelang pelaksanaan pesta demokrasi ini. ANTARA