JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengumumkan bahwa kuota untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2024 akan mengalami penambahan sebanyak 34.000 unit. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, jumlah total kuota FLPP untuk tahun tersebut kini mencapai 200.000 unit, yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 166.000 unit. Dengan penambahan ini, anggaran yang dialokasikan meningkat menjadi Rp4,3 triliun. Basuki menjelaskan, tingginya minat masyarakat terhadap bantuan pembiayaan perumahan menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Menurutnya, dengan habisnya kuota 166.000 unit, terdapat permintaan yang lebih besar dari yang diantisipasi. "Kami menambah 34.000 unit karena kuota sebelumnya sudah habis, dan ternyata peminatnya masih banyak," ungkapnya. Pada tahun 2024, pemerintah telah menganggarkan dana bantuan sebesar Rp13,72 triliun untuk mendukung 166.000 unit rumah melalui program FLPP. Selain itu, alokasi sebesar Rp0,68 triliun akan digunakan untuk 166.000 unit Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM). Tidak ketinggalan, pemerintah juga menyiapkan Rp0,83 triliun untuk pembiayaan *Tabungan Perumahan Rakyat* dengan cakupan 7.251 unit rumah. Untuk catatan, pada tahun 2023, pemerintah telah menyalurkan dana FLPP senilai Rp26,3 triliun untuk pembangunan 229.000 unit rumah. Selain itu, Rp895 miliar telah disalurkan untuk 220.000 unit SBUM, Rp52 miliar untuk 13.993 unit Bantuan Biaya Administrasi, serta Rp1,09 triliun yang dialokasikan untuk 7.020 unit dalam program *Tapera*. FLPP merupakan program strategis dalam sektor perumahan yang dirancang untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program ini memberikan akses kepemilikan rumah dengan bunga yang lebih terjangkau, yakni 5 persen dengan *fixed rate* selama masa pinjaman. Mengenai kuota rumah subsidi untuk program FLPP di tahun 2025, akan disesuaikan dengan visi dari presiden terpilih, Prabowo Subianto. Meskipun Basuki tidak merinci jumlah kuota yang diusulkan untuk tahun tersebut, ia memastikan bahwa kuota pada tahun berikutnya akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024. ANTARA