BORNEONEWS, Jakarta - Ini kesaksian Prof Ryaas Rasyid, Menteri Negara Otonomi Daerah pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tentang akhir hidup Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik. Ketua Dewan Pakar Partai Perindo itu, termasuk salah satu orang yang menemui Husni Kamil Manik, dalam perawatan di RS Pusat Pertamina, 90 menit sebelum kepergiannya.
Kepada sejumlah koleganya, Ryaas Rasyid menceritakan, sempat menjenguk Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik, Kamis (7/7/2016), sekitar jam 18.30 WIB, di RSPP Jakarta. Itu artinya, sekitar satu setengah jam (90 menit) sebelum Husni dinyatakan wafat oleh tim dokter pukul 21.00 WIB.
Ryaas Rasyid seakan tak percaya akan kabar duka tersebut. Pasalnya, menurut bekas Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara itu, saat menjenguk di ICU kondisi Husni terbilang normal untuk orang sakit, terutama yang akan menjemput maut. Ayah tiga anak itu, duduk bersandar di tempat tidur, tanpa infus dan tanpa bantuan pernafasan. Dengan kondisi 'sehat' seperti itu, Husni mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan Ryaas Rasyid dalam dialog mereka saat itu.
Ryaas Rasyid bersaksi, di dada Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik itu memang terpasang semacam alat monitor, tetapi sama sekali tak terkesan kepayahan. Saat pamit pulang, kondisi mantan Ketua KPU Sumbar itu, dalam keadaan baik-baik saja. Sampai di rumah, Kamis (7/7/2016) itu, sekitar jam 22.00 WIB, seperti yang lain, juga mendengar kabar duka yang tersebar di media sosial, televisi dan lain sebagainya. (*/N).








