BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Manggar, Kepulauan Bangka Belitung**, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tengah aktif mempromosikan potensi wisata daerahnya melalui media film. Upaya ini dikhususkan untuk menampilkan nilai-nilai budaya setempat dan kearifan lokal yang dimiliki. Bupati Belitung Timur, Burhanudin, mengungkapkan bahwa keberhasilan film *Laskar Pelangi* dalam mengenalkan kekayaan daerah ke kancah internasional menjadi contoh yang baik. Kini, ia mengajak para pelaku industri film untuk kembali memanfaatkan medium sinematik dalam mempromosikan daerahnya. Sebagai bentuk dukungannya, Burhanudin memberikan apresiasi terhadap Sinemarta Buana Kresindo, yang merupakan rumah produksi yang saat ini tengah mengerjakan proyek film berjudul *The Bell*. Ia menyatakan bahwa film tersebut dilakukan dengan sangat profesional dan berfokus pada kearifan lokal. Film yang berjudul *The Bell* atau yang juga dikenal dengan istilah *Panggilan untuk Mati* adalah sebuah film bergenre horor. Proses pengambilan gambar untuk film ini dilakukan di berbagai lokasi, termasuk Bukit Samak yang terletak di Manggar, Gantung, dan beberapa tempat lainnya. Produksi film ini berlangsung di salah satu rumah di kawasan Bukit Samak selama tujuh hari. Aris Muda, selaku produser film tersebut, menyampaikan bahwa judul *The Bell* diambil dari singkatan kata *Belitong*. Film ini mengangkat kisah *Urban Legend* lokal mengenai *Hantu Penebok*, dengan latar waktu di awal tahun 1900. Lebih lanjut, Aris menjelaskan bahwa meskipun film ini mengusung tema horor, ia juga berfungsi untuk menyoroti kelebihan-kelebihan yang dimiliki Pulau Belitong. Salah satunya adalah sejarah pertambangan pasir timah yang merupakan bagian dari latar belakang cerita. Aris menekankan bahwa lokasi cerita berkaitan dengan lokasi matinya hantu penebok, sehingga memberikan nuansa yang kuat kepada penonton. Dia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal melalui film ini, sembari menunjukkan potensi wisata yang ada di Pulau Belitong. Menurutnya, pilihan lokasi syuting di Belitong cukup lengkap dan beragam, dengan banyak titik yang memiliki ciri khas tersendiri. Film ini melibatkan beberapa artis terkenal, seperti Ratu Sofya, Shalom Razade, Givina, dan Bhisma Mulia. Selain itu, komposisi tim produksi juga melibatkan masyarakat lokal. Produser dan eksekutif produsernya merupakan warga Belitong dan 35 persen dari 67 anggota kru yang terlibat juga berasal dari daerah tersebut. Proses syuting film ini diperkirakan berlangsung selama 16 hari. Aris berharap bahwa akan ada pembaruan dalam promosi wisata Belitong melalui film ini, menyusul kesuksesan film *Laskar Pelangi* yang lama berlalu. Ia optimis bahwa film *The Bell* dapat menjadi "ikon" baru yang menarik wisatawan ke Belitung, terutama Belitung Timur. Targetnya adalah film ini dapat ditayangkan pada akhir tahun ini dan berharap tayangan tersebut dapat diterima dengan baik serta memberikan dampak positif bagi daerah. ANTARA