BORNEONEWS, Pulang Pisau - Sedikitnya 17 titik rawan di Kecamatan Kahayan Hilir yang menjadi wilayah prioritas pencegahan kebakaran. Karena itu, Camat Kahayan Hilir, H Supardi menghimbau warganya tidak mebakar lahan, dengan kondisi cuaca yang mulai panas terik dalam beberapa hari terakhir ini. Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun lalu, diharapkan tidak terulang lagi.
“Sebelumnya kita sudah komitmen bersama pencegahan lebih difokuskan pencegahan atas dasar itu juga kita menghimbau tidak ada pembersihan lahan dengan cara membakar,” kata Camat Kahayan Hilir, H Supardi, Sabtu (9/7/2016).
Camat Kahayan Hilir, H Supardi mengatakan komitmen untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, mulai dari lurah, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, semua RT, kelompok tani. “Kita semua sepakat dan komitmen bersama lebih fokuskan pencegahan.”
Menurut Camat Kahayan Hilir, H Supardi, kelalaian masyarakat menjadi faktor yang lebih dominan. Dan untuk mengantisipasi kata dia akan lebih mengutamakan pemberdayaan melalui kelompok tani. “Kelompok tani ini yang nantinya akan mengamankan wilayahnya demikian juga untuk pemukiman pihak RT akan diefektifkan.”
Wilayah Kahayan Hilir kata Camat Kahayan Hilir, H Supardi, terbagi dari wilayah kota, desa, dan wilayah perkebunan dan pertanian. Untuk wilayah kota, kata dia, pihaknya mengamankan pemukimanan. "Untuk pencegahan kebakaran lahan kita mencari titik rawannya.”
Ada sebanyak 17 titik rawan di Kecamatan Kahayan Hilir yang menjadi wilayah prioritas pencegahan. Namun sebagian besar wilayah kata Camat Kahayan Hilir, H Supardi, perlu mendapatkan perhatian untuk antisipasi karena sebagian wilayah tanahnya mengandung gambut. (JAMES DONNY/N).








