**Borneonews - Manokwari**, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Manokwari, yang terletak di Papua Barat, sedang melaksanakan inisiatif aktif untuk meningkatkan penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Langkah ini diambil dengan mengunjungi berbagai distrik di wilayah tersebut demi memenuhi target penerimaan yang telah ditetapkan.
Sekretaris Bapenda Manokwari, Umrah Nur, mengungkapkan pentingnya percepatan realisasi penerimaan PBB P2. Menurutnya, untuk mencapai target yang ditetapkan tahun ini, diperlukan usaha ekstra. Target penerimaan untuk tahun ini ditetapkan sebesar Rp10 miliar; namun, hingga tanggal 27 Agustus, realisasi yang tercatat baru mencapai Rp1 miliar.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, lambatnya realisasi penerimaan PBB P2 disebabkan oleh distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang baru dilakukan pada bulan Juli tahun ini. Untuk mengatasi masalah ini, Bapenda telah membentuk tim khusus yang bertugas menagih pajak di seluruh distrik, termasuk yang berada jauh dari pusat kota seperti Distrik Warmare, Prafi, Masni, dan Sidey.
Selain itu, Bapenda juga menjalin kerja sama dengan Kantor Pos Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk menyediakan kanal pembayaran alternatif bagi masyarakat yang belum melakukan transaksi melalui aplikasi *Noken Payment*. Aplikasi ini merupakan inovasi dari Bapenda Manokwari yang dirancang untuk mempermudah wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban pajaknya secara online, dengan satu platform yang memungkinkan pembayaran berbagai jenis pajak dan retribusi lainnya.
Umrah Nur menambahkan bahwa pada awal September, tim dari Bapenda akan diturunkan ke distrik-distrik untuk melakukan penagihan langsung kepada masyarakat. Dalam hal ini, target penerimaan PBB P2 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya ditetapkan sebesar Rp9 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Manokwari Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).
Dengan optimisme, Umrah Nur menyatakan bahwa mereka berharap realisasi penerimaan PBB P2 tahun ini minimal dapat mencapai angka yang sama dengan tahun lalu, yaitu sebesar Rp6 miliar. Di sisi lain, target untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manokwari untuk tahun 2024 dipatok sebesar Rp114 miliar. Namun, hingga akhir Agustus 2024, realisasi PAD baru mencapai Rp37 miliar.
ANTARA
Upaya Bapenda Manokwari Tingkatkan Penerimaan PBB P2 2024
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







