JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (*PAUD HI*). Saat ini, program ini masih diterapkan secara terpisah oleh masing-masing kementerian dan lembaga, khususnya di tingkat daerah. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Woro Srihastuti, Deputi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Remaja Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menjelaskan pentingnya peran sektor utama dalam mewujudkan sinergi dan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini sangat vital untuk keberhasilan program ini. Woro menjabarkan bahwa *PAUD HI* merupakan suatu upaya dalam pengembangan anak usia dini yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak-anak secara bersamaan, sistematis, dan terintegrasi. Program ini diharapkan dapat menyajikan layanan anak usia dini yang terkoordinasi dan harmonis antara berbagai lembaga, dengan dukungan dari seluruh elemen terkait. Program ini telah diimplementasikan sejak tahun 2013 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013. Namun, kebijakan di tingkat pemerintah daerah mengenai *PAUD HI* masih bervariasi, yang mengakibatkan perbedaan dalam hal pendanaan dan akses terhadap layanan *PAUD HI*. Menurut Woro, program ini mencakup beberapa sektor penting, seperti kesehatan dan nutrisi, pengembangan anak, kesejahteraan anak, perlindungan, pengasuhan, serta pendidikan. Sayangnya, konsep ini sering kali masih dianggap terpisah dan belum sepenuhnya holistik. "Dari setiap tahap usia 0 hingga 6 tahun, kita harus memenuhi kebutuhan anak-anak kita. Implementasi program ini masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari kebijakan hingga pelaksanaannya," ungkapnya. Di sisi lain, Netti Herawati, Wakil Rektor II Universitas Veteran Jakarta, menyoroti bahwa banyak orang tua dan guru masih memandang *PAUD HI* hanya sebagai program pendidikan anak usia dini, padahal pendidikan hanyalah satu bagian dari *PAUD HI*. Kesalahpahaman ini perlu diluruskan agar anak-anak dapat mengakses kebutuhan esensial mereka secara holistik demi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. "Anak-anak seharusnya mendapatkan intervensi yang komprehensif. Otak mereka tidak akan dapat memproses pendidikan tanpa dukungan nutrisi. Pendidikan itu penting, tetapi kunci untuk memulai stimulasi adalah melalui nutrisi dan kesehatan. Selain itu, pola asuh juga berpengaruh; jika anak-anak mengalami stres, otak mereka akan terhambat," tambahkan Netti. ANTARA