AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Yayasan Van Deventer Maas Indonesia (VDMI) telah secara resmi memberikan beasiswa kepada 70 mahasiswa dari Universitas Pattimura (Unpatti) dan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari upaya yayasan untuk mendukung pendidikan generasi muda di Indonesia. Jonny Latuny, selaku Ketua International Office Universitas Pattimura, menuturkan bahwa para penerima beasiswa akan mendapatkan penguatan karakter serta pengembangan diri melalui pertemuan regional yang diselenggarakan oleh VDMI. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas setiap mahasiswa melalui berbagai program yang dirancang dengan baik. VDMI, yang merupakan sebuah yayasan swasta, mendapatkan dukungan pendanaan dari Van Deventer-Maas Stichting yang berpusat di Belanda. Yayasan ini berkomitmen untuk memajukan pendidikan bagi pelajar Indonesia yang memiliki potensi besar. Selain itu, VDMI juga menjalankan proyek-proyek pembangunan kapasitas dan pelatihan, serta menjalin hubungan dengan alumni yang telah lulus. Misi utama dari VDMI adalah untuk menghadirkan pengembangan yang komprehensif, mencakup aspek moral, spiritual, dan intelektual dari masyarakat Indonesia. Jonny menambahkan bahwa VDMI berupaya mendorong para penerima beasiswa dan alumni untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan ide dan pengetahuan. Dengan menjadikan tanggung jawab sosial sebagai fokus, VDMI berharap dapat menciptakan jaringan yang saling mendukung dan mendorong masing-masing individu untuk berkontribusi lebih baik bagi diri sendiri dan masyarakat. Melalui pemberian beasiswa ini, diharapkan para mahasiswa dapat termotivasi untuk mencapai prestasi akademik yang lebih baik dan berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia berkualitas di Maluku. Parche Manoto, selaku Direktur Eksekutif VDMI, menjelaskan bahwa pertemuan regional tersebut bertujuan untuk memperkuat jaringan di antara penerima beasiswa dan calon penerima beasiswa. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mereka terkait pengembangan kapasitas diri, termasuk pengendalian emosi dan pengembangan *soft skills*. Dia menekankan pentingnya mahasiswa untuk tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga untuk berusaha mengelola dan mengembangkan diri, sehingga mampu menjadi individu yang mandiri serta memiliki moralitas yang baik. Hal ini sesuai dengan visi dan misi yang diusung oleh Van Deventer-Maas Indonesia dalam mendukung calon-calon pemimpin masa depan. ANTARA