BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, mengungkapkan harapannya agar fasilitas penginapan Bobocabin yang terletak di Sukawana, Parongpong, Bandung Barat, dapat menjalin kerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta budayawan lokal. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat setempat dalam mengembangkan usaha. Bey menyatakan, "Saya minta agar ada kolaborasi dengan UMKM di sekitar dan memanfaatkan talenta budaya lokal. Kami percaya bahwa daerah ini mempunyai banyak potensi bakat, seperti musik, tarian, dan alat musik tradisional seperti *kecapi* dan *degung*. Musik *kacapi* sangat cocok diintegrasikan dalam kawasan ini, apalagi jika ditambah dengan acara-acara lainnya." Setelah meresmikan fasilitas tersebut, Bey juga mengajak Bobocabin untuk mempertimbangkan pembukaan cabang baru di Kuningan, Jawa Barat. Menurutnya, Kuningan memiliki keindahan alam yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan Bandung. Ditambah lagi, keberadaan Bandara Kertajati menjadikan daerah tersebut lebih mudah diakses dari Jakarta, Bandung, dan Jawa Tengah. "Dalam konteks pariwisata, saya tantang Bobocabin untuk membuka cabang di Kuningan. Potensi wilayah itu luar biasa, terutama karena keberadaannya yang dekat dengan Kertajati. Lokasi Kuningan juga strategis karena berada di dekat provinsi lainnya," lanjutnya. Bey juga memberikan penghargaan kepada Bobocabin yang telah memenuhi semua izin terkait Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR). Hal ini dianggap sebagai contoh yang baik dalam mengintegrasikan keindahan alam dengan teknologi dan inovasi, tanpa merusak lingkungan. "Saya mengamati bahwa pembangunan di sini tidak merusak vegetasi yang ada, menggunakan desain rumah panggung, dan konsepnya sangat baik. Ini juga ramah lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak," ungkapnya. Lebih lanjut, Bey menekankan pentingnya mitigasi bencana yang telah dilakukan oleh Bobocabin dengan menyiapkan titik kumpul (assembly point). Tindakan ini merupakan elemen penting dalam perencanaan tanggap darurat, mengingat lokasi tersebut rentan terhadap bencana. "Tempat ini berada pada posisi rawan bencana, namun saya melihat adanya tanda titik kumpul yang menunjukkan bahwa tamu akan dibekali pengetahuan mengenai mitigasi bencana. Hal ini penting karena kita tidak pernah tahu kapan bencana dapat terjadi. Yang terpenting adalah kita harus selalu waspada," imbuhnya. ANTARA