JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indonesia berupaya untuk mengembangkan formulasi pembiayaan alternatif guna mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui acara yang dikenal sebagai Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (*High Level Forum on Multi-Stakeholders Partnership/HLS MSP*) 2024. Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Bogat Widyatmoko, menyatakan dalam konferensi pers di Menara Bappenas bahwa salah satu tantangan utama dalam mencapai SDGs adalah keterbatasan dalam ketersediaan dana. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi untuk merumuskan sumber pembiayaan alternatif yang dapat mendukung berbagai upaya dalam mempercepat pencapaian tujuan tersebut. Bogat menekankan bahwa kemajuan dalam pencapaian SDGs di negara-negara bagian selatan masih jauh dari harapan. Melalui HLF MSP 2024, dia berharap tercipta sebuah platform yang dapat memperkuat kerja sama antar berbagai pihak dalam upaya mempercepat realisasi SDGs secara global. Forum ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga mempercepat pencapaian SDGs. Bogat juga menyebutkan pentingnya empat kata kunci dalam pelaksanaan acara ini, yaitu transformasi, kolaborasi, keberlanjutan, dan solidaritas. Selain itu, penyelenggaraan HLF MSP 2024 dianggap sebagai kelanjutan dari Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang berlangsung pada 1955. Bogat menggambarkan HLF MSP 2024 sebagai versi modern dari KTT Asia-Afrika, yang diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi negara-negara lain di dunia. Acara ini akan digelar di Bali dari tanggal 1 hingga 3 September 2024, yang bertepatan dengan peringatan 69 tahun Konferensi Asia-Afrika, yang dikenal dengan semangat Bandung, yang menekankan pada solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara berkembang. Pertemuan mendatang di harapkan menjadi sarana untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari seluruh dunia, sehingga bisa bersama-sama merancang masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan prinsip Bandung Spirit yang telah menjadi dasar bagi banyak kerja sama internasional sejak tahun 1955. Dengan demikian, HLF MSP 2024 diharapkan menjadi titik penting dalam sejarah diplomasi dan kolaborasi pembangunan internasional, terutama antara negara-negara berkembang. Forum ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk permasalahan dalam pembangunan global dan memastikan bahwa semua pihak memiliki komitmen serta peran yang signifikan dalam mencari jalan keluar secara bersama-sama. ANTARA