**Borneonews - Semarang**, Universitas Diponegoro (Undip) melalui Magister Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) berinisiatif untuk mengatasi permasalahan stunting dan kemiskinan di masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengadakan pelatihan beternak bagi masyarakat.
Kepala Program Studi Magister Peternakan FPP Undip, Dr. Ir. Cahya Setya Utama, memaparkan bahwa program pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Desa Sukorejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pelaksanaan program ini direncanakan akan dimulai pada bulan Oktober 2024, di mana pelatihan akan difokuskan kepada keluarga prasejahtera dalam beternak ayam petelur pada skala rumah tangga melalui kegiatan *Ipteks Bagi Desa Binaan Undip* (IDBU).
Selain fokus pada beternak ayam, Cahya menyebutkan bahwa peningkatan produktivitas budidaya lele juga menjadi prioritas program. Banyak warga Desa Sukorejo yang telah terlibat dalam usaha ikan lele, sehingga aspek penyediaan pakan menjadi perhatian utama dalam pelatihan yang akan diberikan.
Sebagai lembaga yang menyediakan pendidikan lanjut bagi sarjana peternakan, FPP Undip memiliki harapan besar untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya peduli, tetapi juga aktif berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat. Dengan demikian, peran kampus dapat kentara dirasakan oleh masyarakat, sejalan dengan slogan Undip yang menekankan pada manfaat dan martabat.
Pemilihan program pelatihan beternak ini berasal dari diskusi yang dilakukan dengan perangkat Desa Sukorejo saat kunjungan yang berlangsung pada Selasa. Dalam pertemuan tersebut, pihak desa bersama dengan Dr. Cahya sepakat untuk merancang beberapa program pertanian dan peternakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para petani dan peternak setempat.
FPP Undip berencana untuk bekerja sama dengan fakultas lain, seperti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Fakultas Teknik. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjembatani penyelesaian masalah di Desa Sukorejo melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
Kepala Desa Sukorejo, Sukrisno, menegaskan bahwa desanya memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa perekonomian warga dapat ditingkatkan melalui kerjasama antara pemerintah desa, dinas terkait, dan perguruan tinggi sebagai sumber penyedia teknologi yang tepat guna.
Oleh karena itu, Sukrisno menyatakan pentingnya memperkuat kerjasama antara Pemerintah Desa Sukorejo dan Universitas Diponegoro, dengan mengadakan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang secara langsung berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa program yang dijalankan oleh Magister Peternakan FPP Undip sejalan dengan rencana Pemdes Sukorejo.
Dalam Rembug Stunting yang diadakan di Pendopo Kantor Desa Sukorejo, disepakati pula pelaksanaan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini akan diimplementasikan melalui penyediaan bahan pangan kaya protein hewani yang berasal dari produk lokal, seperti ikan lele.
Sukrisno berharap, dengan adanya pelatihan olahan daging lele, diharapkan dapat menurunkan kasus stunting dan sekaligus menciptakan wirausahawan baru dalam bentuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menawarkan beragam kuliner dari olahan lele. Kehadiran UMKM baru ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat yang termasuk dalam kategori prasejahtera untuk berusaha dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
"Dari kegiatan terpadu ini, kami berharap dapat meningkatkan perekonomian warga sambil secara bersamaan mengurangi angka stunting," ungkap Sukrisno dengan optimis.
ANTARA
Upaya Universitas Diponegoro Atasi Stunting dan Kemiskinan Melalui Pelatihan Beternak
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Komentar (0)
Memuat komentar…







