JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, telah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak tertipu oleh akun-akun palsu yang mengatasnamakan dirinya di platform media sosial, khususnya TikTok. Sri Mulyani menekankan pentingnya verifikasi informasi yang diterima oleh publik. Ia mengimbau agar setiap orang melakukan *check and recheck* sebelum mempercayai dan menyebarluaskan informasi, serta memastikan bahwa sumber informasi tersebut adalah sah dan terpercaya. Dalam penjelasan yang disampaikan melalui akun Instagram resminya @smindrawati, ia menegaskan bahwa ia hanya memiliki dua akun media sosial yang terverifikasi, yaitu Instagram dan Facebook, yaitu @smindrawati dan Sri Mulyani Indrawati. Namun, di TikTok terdapat 87 akun palsu yang mencatut nama Sri Mulyani, yang tentunya dapat menyesatkan pengguna. Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani mengajak semua orang untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar kita saling berkomunikasi dan menjaga satu sama lain dari potensi kejahatan di dunia maya. Daftar lengkap dari akun-akun palsu yang mencatut namanya juga telah disampaikan untuk menambah kewaspadaan masyarakat. Beberapa contoh dari 87 akun tersebut antara lain: 1. @sri.mulyani.indra62 2. @srimulyani_0111 3. @sri_mulyani.indrawatii 4. @srimulyani.indrawati_24 5. @sri.mulyani.indra15 Di samping itu, perlu dicatat bahwa Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengamankan data pribadi dalam ruang digital. Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, menekankan pentingnya masyarakat untuk memperkuat perlindungan data pribadi mereka sebagai upaya untuk mencegah peningkatan ancaman kejahatan siber yang terjadi dari tahun ke tahun. Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menjaga keamanan siber, termasuk mengedukasi masyarakat tentang penggunaan layanan berbasis *cloud*, melakukan transformasi digital, dan meningkatkan kesadaran akan ancaman yang mungkin datang dari serangan siber. Menjaga keamanan data pribadi merupakan pilar penting dalam strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan keamanan siber. Nezar Patria menegaskan bahwa masyarakat jangan lagi meremehkan kepemilikan data pribadi mereka. Saat ini, pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya privasi individu sangat diperlukan. ANTARA