**Borneonews - Jakarta**, Wakil Duta Besar Korea untuk Indonesia, Park Soo-deok, menyatakan bahwa Forum Kemitraan Ekonomi Indonesia-Korea yang berlangsung di Jakarta pada hari Rabu bertujuan untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi dan investasi antara kedua negara.
Dalam pidato pembukaannya, Park Soo-deok berharap forum ini menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan diskusi terbuka mengenai berbagai tantangan yang dihadapi. Ia menekankan bahwa hubungan kerja sama antara Korea dan Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan, di mana volume perdagangan meningkat hingga 140 kali lipat dalam kurun waktu 50 tahun sejak hubungan diplomatik kedua negara terjalin.
Saat ini, terdapat sekitar 2.300 perusahaan Korea yang aktif beroperasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini telah melakukan investasi di sejumlah sektor utama, antara lain sektorseperti otomotif, elektronik, baja, petrokimia, dan keuangan. Pada kuartal kedua tahun ini, Korea telah menginvestasikan sekitar 1,3 miliar dolar AS (setara dengan Rp20 triliun) dan menempati posisi ketiga dalam hal investasi asing langsung (*Foreign Direct Investment* atau FDI) di Indonesia, sekaligus menjadi mitra penting dalam kerja sama ekonomi bagi Indonesia.
Beberapa contoh nyata dari investasi Korea di Indonesia mencakup pendirian pabrik kendaraan listrik pertama di kawasan ASEAN oleh Hyundai Motors dan pembangunan pabrik kaca berskala dunia oleh KCC yang dijadwalkan rampung pada bulan Oktober ini. Menurut Park Soo-deok, kerja sama ekonomi antara kedua negara juga terus mengalami kemajuan secara bertahap di sektor industri di Indonesia.
Namun, Park Soo-deok juga mengungkapkan bahwa terdapat berbagai tantangan global, termasuk ketegangan geopolitik dan ketidakstabilan rantai pasokan, yang mengharuskan perluasan kerja sama antara Indonesia dan Korea. Ia menekankan perlunya memanfaatkan struktur ekonomi yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam upaya mendukung kegiatan bisnis perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia, Kedutaan Besar Korea Republik Korea, bersama dengan Kamar Dagang dan Industri Korea di Indonesia (*Kocham*) serta Badan Promosi Perdagangan dan Investasi Korea (*Kotra*), telah meluncurkan platform yang dinamakan *Team Korea platform* pada bulan April lalu. Platform ini dirancang untuk memberikan berbagai informasi yang berkaitan dengan ekosistem investasi di Indonesia, termasuk peraturan dan regulasi yang berlaku.
Di samping itu, pada bulan Juni lalu, Park Soo-deok juga berkunjung ke Ibu Kota Nusantara untuk mencari peluang investasi. Namun, dalam perjalanan mencari peluang tersebut, ia menemukan berbagai kesulitan terkait dengan investasi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Korea.
Ia memberi contoh tantangan yang dihadapi dalam proses impor bahan mentah yang diperlukan untuk produksi, yang terhambat oleh peraturan baru yang belum sepenuhnya disesuaikan, serta masih adanya isu mengenai insentif yang dijanjikan pada tahap awal investasi yang belum terlaksana.
Jika proses investasi dan kegiatan usaha perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia dapat berjalan dengan lancar, Park Soo-deok berharap hal tersebut tidak hanya akan menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia, tetapi juga memperluas pasar ekspor serta berkontribusi terhadap pengembangan industri hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
ANTARA
Perluasan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Korea Semakin Signifikan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Komentar (0)
Memuat komentar…







