**Borneonews - Kuala Kapuas**, Pemerintah Kabupaten Kapuas yang terletak di Kalimantan Tengah, telah meluncurkan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas para pendamping desa. Program ini bertujuan untuk memperkuat pendampingan secara menyeluruh di setiap desa di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kapuas, Budi Kurniawan, menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan agar semua program kegiatan pendamping desa dapat sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. "Inti dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan keselarasan antara pelaksanaan tugas para pendamping desa dengan arah kebijakan yang telah ditentukan," ungkapnya saat berada di Kuala Kapuas.
Budi Kurniawan juga menambahkan bahwa melalui program ini, diharapkan pendamping desa dapat menjalankan fungsinya dengan lebih optimal. Mereka akan berperan dalam pengawasan dan pembinaan, khususnya dalam hal pengelolaan Dana Desa (DD). Hal ini merupakan tanggung jawab pendamping yang bertindak sebagai perwakilan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) di desa masing-masing.
Lebih jauh, beliau berharap agar kolaborasi yang telah dibangun dapat terus ditingkatkan. Ini penting untuk menciptakan kesepahaman yang kuat, terutama mengenai upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan berbasis masyarakat.
Program ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan peran pendamping dalam mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan. Selain itu, program ini akan memperkuat kemampuan pendamping dalam merancang program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Penguatan kapasitas yang diberikan melalui pelatihan mencakup berbagai aspek, seperti pelatihan teknis, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan kemampuan manajerial dan kepemimpinan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan tersebut, pendamping desa akan mengikuti berbagai workshop dan pelatihan yang telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan lokal.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan meliputi manajemen keuangan desa, perencanaan pembangunan, serta strategi pemberdayaan masyarakat yang bersifat inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya penguatan dari berbagai aspek tersebut, diharapkan pendamping desa dapat berperan sebagai penggerak perubahan di desa-desa.
Mereka diharapkan mampu mendukung masyarakat dalam mengidentifikasi potensi lokal, merumuskan program pembangunan yang tepat, serta memastikan bahwa setiap pelaksanaan program berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
"Ke depannya, kesuksesan pendamping desa ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di Kabupaten Kapuas," pungkas Budi.
Rivanie Lesmana, Koordinator Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Kalimantan Tengah, menambahkan bahwa dalam kegiatan ini, pihaknya mengundang seluruh tenaga profesional pendamping, baik dari tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa.
"Tujuan dari konsolidasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat kualitas serta kapasitas pendamping dalam melaksanakan pendampingan secara masif di wilayah Kapuas," tuturnya.
ANTARA
Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa untuk Pembangunan Kapuas
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







