**Borneonews - Jakarta**, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) ke-16, Bambang Soesatyo, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI), menekankan pentingnya menjaga kerukunan dalam konteks keberagaman. Upaya tersebut dianggap vital untuk mendorong kesejahteraan bangsa.
Bambang, yang akrab disapa Bamsoet, menyatakan bahwa kemajemukan merupakan realitas dan hakikat kemanusiaan yang tidak dapat diabaikan. Dalam pandangannya, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjadikan keragaman ini sebagai modal untuk menggerakkan berbagai kekuatan yang ada. Menurutnya, sinergi, kerja sama, dan gotong royong di antara semua elemen masyarakat sangat diperlukan untuk membangun bangsa yang lebih baik.
Pernyataan ini disampaikan ketika Bamsoet berkesempatan menjadi pembicara dalam acara Sapa Pengurus Cabang Keluarga Besar FKPPI yang dilakukan secara daring dari Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa membangun saling pengertian dan kolaborasi di antara berbagai lapisan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan produktif, sekaligus mendorong kemajuan bagi Indonesia.
Bamsoet juga menggarisbawahi bahwa para pendiri bangsa Indonesia berhasil menjadikan perbedaan sebagai landasan untuk menciptakan persatuan, dan hal ini seharusnya menjadi semangat dalam perjuangan untuk mewujudkan identitas bangsa. Dia menekankan bahwa pengakuan terhadap pluralitas adalah krusial, sebab kemajemukan merupakan kekayaan dan kekuatan bangsa Indonesia.
Lebih lanjut, Bamsoet menegaskan pentingnya kerukunan dalam kebhinekaan yang harus menjadi kebutuhan bersama. Ia melanjutkan bahwa kebhinekaan tidak hanya merupakan fakta sosiologis yang diterima begitu saja, melainkan suatu hal yang perlu diperjuangkan secara berkelanjutan.
Ia pun menjelaskan, di tengah dinamika zaman dan arus peradaban global yang terus berubah, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan dalam menjaga persatuan. Baik tantangan internal yang terlihat dalam menurunnya jati diri dan kepribadian bangsa, munculnya paham yang mendorong disintegrasi sosial, serta budaya individualisme yang semakin berkembang, juga tantangan eksternal yang berkaitan dengan posisi geografis dan sumber daya alam Indonesia yang melibatkan pengaruh asing.
Bamsoet memperingatkan bahwa jika masyarakat tidak cukup waspada dan mau berkomitmen, bukanlah hal yang mustahil Indonesia berisiko menjadi bangsa paradoks, di mana kekayaan sumber daya alami tidak sejalan dengan kesejahteraan warganya. Oleh karena itu, pengakuan terhadap keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi syarat mutlak dalam menjaga kedaulatan bangsa.
ANTARA
Menjaga Kerukunan dalam Keberagaman untuk Kesejahteraan Bangsa
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







