BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) adalah Pantai Tanjung Penghujan. Pantai dengan pasir putih yang mempesona itu sangat disayangkan kondisinya kotor oleh sampah.
Padahal tidak sedikit pengunjung yang datang saat lebaran atau pada akhir pekan ke Pantai yang masuk dalam wilayah administrasi Desa Teluk Bogam itu. Sementara di lokasi tak nampak satu pun tempat sampah yang disediakan oleh pengelola.
Sumber Borneonews menjelaskan, destinasi wisata yang terkenal dengan keunggulan sunrise dan sunset serta kerapnya kemunculan penyu hijau ke permukaan laut tersebut tidak tersentuh oleh pemerintah daerah. Hampir seluruh lahan di tempat tersebut sudah dimiliki oleh pribadi.
Bahkan di tengah-tengah lokasi wisata tersebut sudah berdiri vila mewah yang konon dimiliki warga asing. Selain itu lahan-lahan tersebut juga dimiliki cukong-cukong dari Pangkalan Bun. Padahal UU No 26 tahun 2007 tentang Zonasi Oesisir telah mengatur batas steril zona pesisir dari permukiman.
Adhi, salah seorang pengunjung dari Pangkalan Bun mengatakan, sangat disayangkan destinasi wisata unggulan yang mempesona seperti Tanjung Penghujan tidak mendapat perhatian sedikitpun dari pemerintah daerah. Kalau pun yang menjadi kendala adalah lokasi wisata tersebut sudah dimiliki oleh perorangan maka pemerintah harus berani dan tegas.
"Ini hanya membutuhkan ketegasan pemerintah daerah, bukan saja di Tanjung Penghujan tetapi juga di Pantai Kubu, yang konon juga banyak dimiliki perorangan sehingga menghambat pembangunan infrastruktur untuk mempercantik pantai," kata Adhi di Tanjung Penghujan, Minggu (10/7/2016).
Sementara itu, aksi kepedulian ditunjukan oleh sekelompok orang dibawah naungan pecinta motor klasik Bosi Tuha yang dengan spontan memungut sampah plastik, bekas makanan, botol minuman mineral. Tidak berapa lama 5 kantong sampah besar sudah penuh terisi berbagai sampah organik dan unorganik.
Fikri salah satu keluarga besar Bosi Tuha mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan spontan oleh mereka yang melihat sampah banyak berserakan di tempat tersebut. Ia menyesalkan tidak adanya tong-tong sampah di lokasi tersebut.
"Ini destinasi wisata yang sangat bagus. Naif sekali kalau sampai sampah-sampah saja tidak bisa mengurusnya. Pihak desa seharusnya juga mempunyai tanggung jawab moral terkait lingkungan di wisata Tanjung Penghujan," ujar karyawan perbankan swasta di Pangkalan Bun itu. (KOKO SULISTYO/m)








