JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PDM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menekankan pentingnya adanya kesepakatan kelas dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* (AI) dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Noor Ginanjar, yang merupakan pengembang Teknologi Pembelajaran dari Direktorat SD Ditjen PDM Kemendikbudristek, menjelaskan bahwa kesepakatan kelas ini menjadi aspek penting dalam etika pemanfaatan AI. Hal ini mencakup penentuan apa yang diperbolehkan untuk digunakan dan sejauh mana batasan penggunaannya dalam proses belajar mengajar. Ditegaskan Ginanjar, “Melalui kesepakatan kelas ini, guru tetap memegang kendali dalam memilih serta merancang materi yang akan disediakan oleh AI untuk digunakan dalam pembelajaran, sesuai dengan kondisi yang ada di kelas masing-masing.” Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah webinar bertajuk "Merancang Pengaman Pembelajaran Interaktif dengan Kecerdasan Buatan" yang diselenggarakan di Jakarta. Lebih lanjut, Ginanjar menambahkan bahwa kesepakatan kelas juga harus mencakup pendidikan awal bagi para tenaga pendidik mengenai bagaimana memanfaatkan AI dengan cara yang tidak menggeser peran pedagogis dalam proses pendidikan. Menurutnya, meskipun siswa dapat melihat jawaban teori dari AI dan mendapat bantuan pembelajaran, namun aspek pengajaran dan didikan tetap akan dilaksanakan oleh guru. Oleh karena itu, penting bagi para pendidik untuk memberikan literasi digital yang memadai kepada siswa sebelum menggunakan AI dalam pembelajaran. Tujuannya adalah agar pemanfaatan teknologi ini tidak berujung pada dampak negatif, melainkan tetap berfungsi sebagai alat bantu dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Ginanjar menekankan, “Pendidik adalah aktor utama dalam proses pedagogi. Kehadiran teknologi AI hanyalah sebagai alat bantu, bukan pengganti. Guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi manapun. Teknologi bertujuan untuk mempercepat, meningkatkan, dan mempermudah proses pembelajaran.” Selain hal tersebut, penting juga bagi tenaga pendidik untuk menyediakan waktu untuk diskusi dan refleksi di akhir sesi pelajaran. Ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kecerdasan buatan dapat berkontribusi dalam proses pembelajaran, serta untuk mengidentifikasi kelemahan yang mungkin ada dalam penggunaan AI selama pengalaman belajar siswa. ANTARA