BORNEONEWS, Sampit - Mayat atas nama Said Deny Kusuma, 18, yang ditemukan di objek wisata pantai Ujung Pandaran diduga kuat akibat over dosis (OD) obat Zenith (Carnophen).

Ini berdasarkan hasil visum tim forensik terhadap warga jalan H Imran, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan keterangan saksi kepada jajaran Polsek Jaya Karya.

Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kapolsek Jaya Karya Iptu Azmi Halim Permana mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi, saat korban hendak mandi di pantai tersbeut, dia sedang mabuk Zenith. Namun mereka masih melakukan penyelidikan lebih lanjut akan kejadian itu, sehingga bisa diketahui penyebab pasti tewasnya korban.

“Berdasarkan hasil visum, baik luar dan dalam tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban tenggelam di pantai saat berenang,” ujar Azmi, Sabtu (10/7/2016).

Sementara, korban pertama kali ditemukan warga pada hari Sabtu (9/11) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu kondisinya tidak menggunakan baju dan hanya memakai celana jeans biru. Kondisinya juga sudah tidak bernyawa. Sehingga langsung dibawa ke Puskesmas setempat, dan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murjani Sampit untuk di otopsi.

Polisi yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) di tempat kejadian. Dan melakukan pemeriksaan para saksi, karena saat itu jasad korban sempat tidak diketahui identitasnya.

Sedangkan, dari keterangan keluarga korban, Deny pada Kamis malam sempat menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang menonton hiburan musik Dj di objek Wisata Ujung Pandaran, dengan menggunakan telepon genggam temannya. Setelah pada hari itu, keluarganya tidak lagi mendapat kabar.

Karena khawatir, pada Sabtu malam, keluarga kembali berusaha menghubungi korban ke nomor temannya tersebut. Namun nomor telepon tersebut langsung saja mengirim pesan singkat dengan isi, “Saya tidak mengenal orang yang meminjam telepon genggam saya itu. Kalau mau mengetahui lebih lanjut keterangannya, bisa mendatanginya ke desanya di Bagandung, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.”

Dengan adanya pesan singkat tersebut, membuat keluarga merasa ada yang janggal dengan tewasnya korban. Sehingga mereka meminta aparat untuk melakukan otopsi.  

“Dari keinginan ayahnya, langsung makamkan saja. Namun keluarga kami yang lain, ingin di outopsi karena kami merasa ada yang janggal. Jadi kami menunggu hasil visumnya saja,” ujar salah satu keluarga korban.penem

Deny ditemukan tewas di pinggir pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi korban saat itu sudah tidak bernyawa, dengan wajah yang membiru dan mata mengeluarkan darah. (M HAMIM/m)