BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur masih kekurangan ratusan guru untuk mengisi kekosongan jam pelajaran di sekolah-sekolah di pelosok, terutama guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Dari hasil analisis kebutuhan guru yang kami lakukan pada 2016 ini. Sampai saat ini Kotawaringin Timur masih kekurangan tenaga guru, untuk guru SD kurang 644 orang, SMP kurang 329 orang dengan 12 mata pelajaran,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi, Minggu (10/7/2016).

Untuk menutupi kekurangan guru yang terus berlanjut di daerah itu, terutama kekurangan guru yang akan ditempatkan di sekolah wilayah pedalaman, pemerintah daerah mengangkat tenaga kontrak secara berjenjang setiap tahun.

Saat ini jumlah guru kontrak di Kotim ada sebanyak 420 orang. Sedangkan guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 3.369 orang dari tingkat SD hingga SMA.

Pada tahun ini kara Suparmadi pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan telah menambah puluhan tenaga kontrak yang beberapa waktu lalu dilakukan seleksi secara terbukti. Penambahan itu untuk memenuhi kebutuhan akan guru di sejumlah sekolah di 17 kecamatan di daerah itu.

“Saat ini kita masih mengalami kekurangan ratusan guru, terutama guru mata pelajaran. Namun kekurangan ini tidak bisa diatasi sekaligus, dan harus bertahap,” jelasnya.

Menurut Suparmadi, penyebab kurangnya guru di Kotim karena sekolah terus bertambah sementara guru tidak ada penambahan. Pemicu lain karena banyak guru di daerah itu yang memasuki masa pensiun.

Belum lagi, beberapa tahun terakhir pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), memberlakukan moratorium penerimaan pegawai di seluruh Indonesia.

“Kotim terkena dampak moratorium itu, padahal penambahan guru merupakan kebutuhan yang mendesak yang harus segera dipenuhi,” katanya.

Sementara itu informasi kembali dibukanya lowongan penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) belum ada kepastian dari pemerintah pusat. Pemerintah Kotim berharap ada penerimaan pegawai sehingga bisa mengatasi kekurangan pegawai di daerah yang terus terjadi, apalagi setiap tahun banyak pegawai yang memasuki masa pensiun sehingga kekurangan pegawai masih terus terjadi. (RAFIUDIN/m)