**Borneonews - Blitar**, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, menyerukan agar seluruh perangkat daerah di Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meningkatkan kreativitas untuk memaksimalkan penerapan inovasi. Ia berharap capaian yang telah diraih saat ini tidak menjadi akhir dari perjalanan, melainkan memacu dinas-dinas lain untuk terus berinovasi. Menurutnya, kolaborasi antar perangkat daerah sangat penting untuk memperluas manfaat dari inovasi yang ada.
Yusharto menjelaskan, tuntutan masyarakat terhadap pemerintah daerah saat ini adalah pelayanan yang cepat, mudah, dan efisien. Hal ini sejalan dengan kompleksitas yang semakin meningkat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menekankan bahwa inovasi tidak hanya menjadi pilihan, tetapi juga solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi daerah, termasuk bagi Pemkab Blitar yang berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Orientasi pemerintah sebagai penyelenggara adalah memberikan pelayanan publik yang dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan merasa dilayani dan lebih aktif berpartisipasi, baik melalui masukan maupun evaluasi program yang ada.
Yusharto juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan berbagi pengalaman antar perangkat daerah. Dengan sinergi yang terjalin, inovasi yang sudah berhasil diterapkan di satu sektor dapat diadopsi dan dikembangkan di sektor lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak. Ia menyatakan bahwa daerah yang akan memulai inovasi tidak perlu memulai dari awal, melainkan dapat mengadopsi praktik terbaik yang ada dan melakukan penyesuaian sesuai konteks di daerah mereka.
Selain itu, Yusharto memberikan apresiasi kepada Pemkab Blitar yang aktif berpartisipasi dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) sejak tahun 2020. Dia mencatat bahwa peringkat Blitar mengalami fluktuasi, dimulai dari urutan ke-37 pada tahun 2020, urutan ke-39 pada tahun 2021, urutan ke-77 pada tahun 2022, dan kembali meningkat ke urutan ke-32 pada tahun 2023. Fluktuasi ini menunjukkan adanya dinamika kompetisi yang berlangsung antar daerah.
Sebagai langkah ke depan, Yusharto mendorong Pemkab Blitar untuk memperkuat peran lembaga penelitian dan pengembangan serta inovasi daerah guna membangun ekosistem inovasi yang lebih produktif. Ia menekankan bahwa dalam membangun budaya inovasi, kerjasama dari berbagai pihak sangat diperlukan, termasuk pemerintah, sektor industri, perguruan tinggi, masyarakat, serta media dan aktor strategis lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi daerah.
Dengan menggunakan *framework* kerja sama *multiple helix*, ia berharap daerah dapat memperkuat ekosistem dan budaya inovasi di wilayah masing-masing.
ANTARA
Pemkab Blitar Didorong Tingkatkan Kreativitas dan Inovasi Publik
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
Komentar (0)
Memuat komentar…






