PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Universitas Riau bekerja sama dengan Pondok Pesantren Aufia Global Islamic Boarding School menyelenggarakan pelatihan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi remaja yang putus sekolah di Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi peserta dalam menghadapi potensi pengembangan PLTS di level rumah tangga hingga industri. Dr. Iswadi Hasyim, ST, MT, selaku Ketua Tim Pengabdian dari Universitas Riau, menyatakan harapannya bahwa keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat sekitar untuk dapat lebih siap menghadapi peluang yang muncul akibat pembangunan PLTS. Ia menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari Program Kemitraan Masyarakat yang mencakup pengajaran mengenai instalasi PLTS tipe baterai dan pengembangan kurikulum atau modul yang relevan. Sumber dana untuk kegiatan ini berasal dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) DIKTI. Pelaksanaan program ini direncanakan berlangsung sampai akhir tahun 2024. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mengharuskan dosen untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Dr. Iswadi menjelaskan bahwa dalam program pengabdian ini, turut dilibatkan tiga dosen dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Riau, serta sejumlah mahasiswa dari Fakultas Teknik. Mereka berpartisipasi dalam perkuliahan *Merdeka Belajar Kampus Merdeka* (MBKM), yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mendorong mahasiswa agar menguasai beragam keilmuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Program MBKM memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang diinginkan, baik di dalam maupun di luar program studi, di perguruan tinggi yang sama atau berbeda. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengabdian masyarakat melalui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) yang berlokasi di pondok pesantren tersebut. "Saya berharap kehadiran LKP di Pondok Pesantren Aufia dapat semakin terakses oleh masyarakat sekitar dan memberikan peluang yang baik kepada remaja putus sekolah di sekitar pondok untuk bergabung dan memperoleh keterampilan dalam bidang instalasi PLTS," tutup Dr. Iswadi. ANTARA